LMI Kirim 24 Truk Kontainer untuk Palestina, Ajak Publik Tak Lelah Peduli
Baca juga
- 40 Jurnalis Petugas Haji Akhirnya Kantongi Visa, Siap Meliput dari Tanah Suci
- Tenaga Kesehatan Haji Kota Malang Siap Layani Jamaah Secara Optimal, Jamaah Lansia Jadi Fokus Utama
- Sapuhi Tegaskan Visa Haji Furoda Sudah Tidak Ada, Calon Jamaah Diminta Antre Resmi
- Nama Farizal Ramadhon Dipakai untuk Salah Satu Kapal Kemanusiaan yang Siap Berlayar ke Gaza
- Israel Hanya Izinkan Sholat Subuh di Al Aqsa, HNW Serukan Umat Islam Rapatkan Barisan

LMI Kirim 24 Truk Kontainer untuk Palestina, Ajak Publik Tak Lelah Peduli
diupdate.id - Di tengah situasi yang masih menyulitkan warga Gaza, sebuah aksi kemanusiaan dari Indonesia kembali menegaskan bahwa kepedulian tidak boleh berhenti di slogan. Lembaga Manajemen Infak (LMI) bersama Arie Untung dan sejumlah lembaga filantropi dalam gerakan Indonesia for Palestine menyalurkan 24 truk kontainer logistik untuk warga Palestina pada Rabu, 15 April 2026.
Bantuan itu bukan sekadar kiriman barang. Di dalamnya ada paket makanan, selimut, dan hygiene kit yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan paling dasar warga yang terdampak. Totalnya mencapai 24 ribu paket logistik yang akan didistribusikan langsung ke masyarakat Gaza melalui jalur Mesir.
24 Truk, 24 Ribu Paket, dan Pesan Solidaritas
Dalam misi kemanusiaan ini, Arie Untung ikut hadir mengawal keberangkatan konvoi bantuan. Ia menyebut isi 24 truk kontainer itu membawa lebih dari sekadar logistik. Menurutnya, bantuan tersebut membawa doa, harapan, dan cinta dari masyarakat Indonesia untuk warga Palestina yang masih menghadapi masa sulit.
Ia juga menegaskan bahwa upaya ini belum berhenti sampai di sini. Misi kemanusiaan, kata dia, akan terus berlanjut sampai Palestina merdeka. Karena itu, gerakan Indonesia for Palestine masih membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi masyarakat yang ingin terlibat.
Apresiasi dari Dubes RI dan Dorongan Agar Bantuan Terus Mengalir
Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, turut menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan masyarakat Indonesia yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu Palestina. Ia berharap gerakan seperti ini bisa terus berjalan, sejalan dengan harapan banyak pihak agar saudara-saudara di Palestina segera meraih kemerdekaan.
Sementara itu, Direktur Utama LMI Agung Wicaksono atau Awie menjelaskan komposisi bantuan yang dikirimkan: 15 truk berisi paket makanan, 2 truk berisi selimut, dan 7 truk berisi hygiene kit. Menurutnya, bantuan ini diharapkan benar-benar sampai dan memberi manfaat langsung bagi warga yang membutuhkan.
Dampak dan Makna dari Gerakan Indonesia for Palestine
Bagi warga Gaza, bantuan seperti ini penting karena kebutuhan dasar sering kali menjadi hal paling mendesak di tengah situasi darurat. Di sisi lain, gerakan Indonesia for Palestine juga menunjukkan bahwa solidaritas publik dari Indonesia masih sangat hidup dan bisa terus diperkuat melalui donasi maupun kolaborasi kemanusiaan.
Awie juga mengingatkan bahwa meski Gaza berada dalam kondisi gencatan senjata, lalu lintas bantuan tetap dikontrol ketat oleh IDF. Karena itu, menurutnya, tekanan publik dan dukungan kemanusiaan tetap dibutuhkan agar bantuan bisa masuk lebih lancar.
Pada akhirnya, kiriman 24 truk kontainer ini menjadi simbol bahwa kepedulian bukan tindakan sesaat. Selama kebutuhan warga Palestina masih tinggi, dukungan dari masyarakat Indonesia masih sangat berarti.
FAQ
Apa isi bantuan 24 truk kontainer dari LMI?
Bantuan terdiri dari paket makanan, selimut, dan hygiene kit dengan total 24 ribu paket logistik.
Mengapa bantuan dikirim melalui Mesir?
Bantuan disalurkan melalui jalur Mesir untuk menuju Gaza, Palestina.