Tenaga Kesehatan Haji Kota Malang Siap Layani Jamaah Secara Optimal, Jamaah Lansia Jadi Fokus Utama
Baca juga
- 40 Jurnalis Petugas Haji Akhirnya Kantongi Visa, Siap Meliput dari Tanah Suci
- LMI Kirim 24 Truk Kontainer untuk Palestina, Ajak Publik Tak Lelah Peduli
- Sapuhi Tegaskan Visa Haji Furoda Sudah Tidak Ada, Calon Jamaah Diminta Antre Resmi
- Nama Farizal Ramadhon Dipakai untuk Salah Satu Kapal Kemanusiaan yang Siap Berlayar ke Gaza
- Israel Hanya Izinkan Sholat Subuh di Al Aqsa, HNW Serukan Umat Islam Rapatkan Barisan

Tenaga Kesehatan Haji Kota Malang Siap Layani Jamaah Secara Optimal, Jamaah Lansia Jadi Fokus Utama
diupdate.id - Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, tenaga kesehatan haji dari Kota Malang sudah menyiapkan diri dengan lebih serius. Bukan hanya soal stamina, tetapi juga obat-obatan dan strategi pendampingan agar para jamaah bisa menjalani ibadah dengan lebih tenang selama di Arab Saudi. Bagi petugas, tugas ini bukan sekadar perjalanan kerja, melainkan amanah besar yang harus dijalankan sebaik mungkin.
Tenaga Kesehatan Haji Kloter SUB 11, Acik Wijayanti, mengatakan persiapan menjadi kunci utama agar pelayanan kepada jamaah calon haji asal Kota Malang berjalan optimal. Ia menekankan bahwa kondisi fisik petugas harus benar-benar siap karena mereka akan mendampingi jamaah dalam aktivitas yang cukup padat selama berada di Tanah Suci.
Fokus pada fisik dan perlengkapan obat
Acik menyebut, selain menjaga kebugaran, pihaknya juga memastikan ketersediaan obat-obatan bagi jamaah. Langkah ini penting karena kebutuhan kesehatan selama ibadah haji bisa berubah cepat, terutama bagi jamaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Menurutnya, persiapan seperti ini menjadi bagian dari tanggung jawab tenaga kesehatan haji Kota Malang untuk memberikan layanan yang sigap dan tepat sasaran.
Ia juga menegaskan bahwa pelayanan kepada 376 jamaah calon haji menjadi prioritas utama. Dari jumlah itu, terdapat jamaah yang tergolong lanjut usia, termasuk satu orang berusia 96 tahun. Kondisi ini membuat pendampingan kesehatan perlu dilakukan lebih intensif dibanding jamaah lain.
Pendampingan ekstra untuk jamaah risiko tinggi
Selain jamaah lansia, perhatian khusus juga diberikan kepada jamaah berisiko tinggi atau risti, yakni mereka yang berusia 65 tahun ke atas dan memiliki komorbid. Acik mengatakan pihaknya akan melakukan visitasi kepada jamaah yang masuk kategori tersebut. Dengan cara ini, tenaga kesehatan haji Kota Malang diharapkan dapat memantau kondisi jamaah secara lebih dekat dan membantu mengurangi potensi kendala kesehatan selama ibadah.
Acik menilai kesempatan bertugas ini sebagai bentuk syukur sekaligus amanah yang kembali dipercayakan kepadanya. Baginya, menjadi tenaga kesehatan haji adalah bagian dari tugas kemanusiaan yang menuntut kesiapan fisik, empati, dan ketelitian dalam melayani jamaah.
Jadwal keberangkatan sudah disiapkan
Kloter 11 yang akan didampingi Acik dijadwalkan berangkat dari Kota Malang menuju Asrama Haji di Sukolilo, Surabaya, pada Kamis, 23 April 2026 pukul 17.00 WIB dan diperkirakan tiba sekitar pukul 21.00 WIB. Keberangkatan ini menjadi pengalaman kedua bagi Acik setelah sebelumnya bertugas pada musim haji 2023.
Dari persiapan yang dilakukan, terlihat bahwa tenaga kesehatan haji Kota Malang tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga menempatkan ketelitian sebagai bekal utama. Di tengah banyaknya jamaah lansia dan risiko kesehatan selama perjalanan haji, kesiapan petugas medis menjadi faktor penting agar ibadah dapat berjalan lebih aman dan nyaman.
Dengan pendekatan yang lebih personal, pemantauan berkala, dan kesiapan obat-obatan, pelayanan kesehatan diharapkan benar-benar membantu jamaah fokus beribadah tanpa terlalu khawatir terhadap kondisi tubuh mereka.
FAQ
Berapa jumlah jamaah calon haji yang akan didampingi?
Sebanyak 376 jamaah calon haji asal Kota Malang akan didampingi oleh tenaga kesehatan haji kloter SUB 11.
Apa fokus utama persiapan tenaga kesehatan haji Kota Malang?
Fokus utamanya adalah menjaga kondisi fisik petugas, menyiapkan obat-obatan, dan memberi pendampingan ekstra kepada jamaah lansia serta jamaah risiko tinggi.