Sapuhi Tegaskan Visa Haji Furoda Sudah Tidak Ada, Calon Jamaah Diminta Antre Resmi
Baca juga
- Nama Farizal Ramadhon Dipakai untuk Salah Satu Kapal Kemanusiaan yang Siap Berlayar ke Gaza
- Israel Hanya Izinkan Sholat Subuh di Al Aqsa, HNW Serukan Umat Islam Rapatkan Barisan
- Doa, Istighfar, hingga Al-Waqiah: Begini Amalan Pelancar Rezeki
- Stok Rudal JASSM-ER AS Menipis Drastis, Ini Dampaknya bagi Sekutu
- Din Syamsuddin Desak Umat Islam Bersatu Dukung Iran Lawan AS-Israel, Ini Alasan Lengkapnya

Visa Haji Furoda Sudah Tak Ada, Sapuhi Ingatkan Calon Jamaah Jangan Tergiur Janji Berangkat Instan
diupdate.id - Keinginan berhaji sering membuat sebagian orang mudah terpikat pada janji manis: berangkat cepat, tanpa antre, dan terlihat lebih praktis. Namun, di tengah banyaknya tawaran itu, ada peringatan penting dari Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi): visa haji furoda sudah tidak ada lagi.
Ketua Umum Sapuhi, Syam Resfiadi, meminta calon jamaah untuk lebih berhati-hati agar tidak masuk ke dalam skema yang berisiko. Menurut dia, satu-satunya jalur yang paling aman tetap mengikuti antrean melalui kuota resmi Indonesia.
Visa Haji Furoda Sudah Tidak Berlaku
Syam menjelaskan bahwa visa haji furoda memang sudah tidak ada sejak tahun lalu setelah Raja Salman mengumumkan perubahan kebijakan tersebut. Karena itu, jamaah diminta tidak lagi berharap pada jalur di luar sistem resmi.
Ia juga menegaskan bahwa visa haji di luar sistem Nusuk tidak tersedia. Sementara itu, visa haji Mujamalah hanya diberikan kepada orang-orang tertentu yang terpilih langsung dari Kerajaan Arab Saudi melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di negara masing-masing.
Artinya, tidak semua tawaran visa khusus bisa dipercaya. Dalam praktiknya, kondisi ini membuka peluang munculnya spekulasi, bahkan penipuan, kepada calon jamaah yang ingin berangkat tanpa antre.
Antre Resmi Lebih Aman Meski Butuh Waktu
Syam mengingatkan bahwa untuk calon jamaah haji tahun 1447 Hijriyah atau 2026, pilihan paling tepat adalah mendaftar lewat kuota haji resmi negara masing-masing. Meski harus menunggu, jalur ini memberi kepastian visa yang sah dan diakui.
Menurutnya, bila seseorang memilih jalan pintas di luar kuota resmi, risiko yang muncul bukan hanya gagal berangkat. Calon jamaah juga bisa menjadi korban penipuan oleh pihak-pihak yang menawarkan keberangkatan instan dengan iming-iming tidak perlu antre.
Peringatan ini menjadi penting karena minat masyarakat untuk berhaji terus tinggi, sementara kuota tetap terbatas. Di titik inilah ketelitian menjadi kunci agar niat ibadah tidak berubah menjadi kerugian finansial dan psikologis.
Dampak: Waspada Sebelum Membayar Biaya Haji
Pesan Sapuhi sejalan dengan kebutuhan edukasi publik agar lebih selektif memilih travel atau penyelenggara ibadah. Calon jamaah disarankan memastikan semua informasi soal kuota haji resmi, status visa, dan legalitas keberangkatan sebelum menyerahkan biaya.
Dengan begitu, masyarakat tidak mudah terjebak pada tawaran yang terdengar meyakinkan tetapi belum tentu benar. Pada akhirnya, memilih jalur resmi memang lebih sabar, namun jauh lebih aman dan pasti dibanding mengejar janji berangkat cepat yang belum terkonfirmasi.
Sapuhi menutup peringatannya dengan pesan sederhana: jangan tergiur jalan pintas. Untuk urusan haji, kepastian dan legalitas jauh lebih penting daripada janji manis yang berisiko menjadi jebakan.
FAQ
Apakah visa haji furoda masih tersedia?
Menurut Sapuhi, visa haji furoda sudah tidak ada lagi sejak tahun lalu.
Jalur haji apa yang disarankan?
Calon jamaah disarankan mengikuti antrean melalui kuota haji resmi negara agar visa lebih pasti dan legal.