Menteri Ekraf Resmikan Penilai Kekayaan Intelektual, Buka Akses KUR untuk UMKM Kreatif Berbasis HKI
Baca juga
- Penurunan Uang Palsu di Indonesia, BI Musnahkan 466 Ribu Lembar
- Pertamina Sigap Atasi Krisis Elpiji untuk Layanan MBG di NTT dan NTB
- Pengemudi Logistik Minta Kepastian Regulasi ODOL Sebelum Zero ODOL 2027
- Ketum Logis 08 Soroti Kinerja BPI Danantara yang Belum Maksimal Dongkrak Ekonomi Nasional
- Fakhiri Tegaskan Pertanian Jadi Kunci Perekonomian Papua, Soroti Panen Raya Jagung di Keerom

Menteri Ekraf Resmikan Penilai Kekayaan Intelektual, Buka Akses KUR untuk UMKM Kreatif Berbasis HKI
diupdate.id - Di tengah tantangan akses permodalan yang kerap jadi penghambat kreatifitas pelaku UMKM, terobosan baru hadir dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Baru-baru ini, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya secara resmi melantik 64 penilai kekayaan intelektual (KI) yang akan menjadi game changer dalam memudahkan UMKM ekonomi kreatif mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Langkah Strategis Mendukung UMKM Berbasis HKI
Pelantikan penilai KI ini berlangsung dalam acara Akad 1000 UMKM Ekonomi Kreatif di Bali, menandai kolaborasi penting antara Kementerian Ekraf dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Selama ini, bank menghadapi kendala dalam menentukan nilai sebuah karya yang memiliki sertifikat HKI. Dengan penilai KI profesional, lembaga keuangan mendapat kepastian harga yang akurat demi memutuskan jumlah pinjaman yang layak diberikan.
Penilai KI Berstandar Internasional
Tidak sembarang orang bisa menjadi penilai KI, menegaskan Menteri Ekraf, mereka telah mengikuti pelatihan dari World Intellectual Property Organization (WIPO), organisasi di bawah PBB yang menaungi kekayaan intelektual global. Ini berarti para penilai memiliki keahlian dan standar internasional yang menjamin kevalidan penilaian karya kreatif.
Dampak Positif untuk Ekonomi Kreatif Nusantara
Teuku Riefky menggarisbawahi bahwa kreativitas pelaku ekonomi kreatif kini perlu didukung modal dan perlindungan HKI yang kuat. Program pemberian akses KUR untuk 1000 UMKM merupakan langkah nyata agar mereka mampu berkembang. Dengan juga menjadikan sertifikat HKI sebagai jaminan kredit, pemerintah berharap semakin banyak inovator lokal yang mau mematenkan karyanya.
Target penyaluran KUR tahun ini mencapai Rp295 triliun, dengan alokasi khusus Rp10 triliun untuk UMKM ekonomi kreatif berbasis HKI. Ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam membesarkan bisnis kekayaan intelektual, yang dipercaya akan didominasi oleh generasi Z dan milenial.
Ringkasan
Pelantikan 64 penilai KI oleh Menteri Ekraf adalah inovasi penting untuk membuka akses KUR bagi pelaku UMKM ekonomi kreatif yang memiliki HKI. Dengan pelatihan internasional dari WIPO dan dukungan substansial dana KUR, langkah ini diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan bisnis lokal dari skala nasional hingga global, sekaligus mendorong perlindungan dan pengembangan kekayaan intelektual di Indonesia.
FAQ
Apa fungsi penilai kekayaan intelektual yang baru dilantik?
Penilai kekayaan intelektual bertugas menentukan nilai sebuah karya ber-HKI sehingga bank dapat memutuskan jumlah pinjaman yang tepat dalam program KUR.
Bagaimana pelatihan penilai KI dilakukan?
Para penilai mengikuti pelatihan dari World Intellectual Property Organization (WIPO), memastikan standar internasional dalam penilaian kekayaan intelektual.