Nadia Habibie: Hari Kartini Jadi Momentum Bangun Sistem yang Mendukung Perempuan Indonesia
Baca juga
- KPK Periksa Khalid Basalamah Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023-2024
- Polisi Berhasil Tangkap Tiga Pelaku Penjambretan Warga Jerman di Jakarta Pusat
- KPK Dorong Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum Parpol demi Cegah Korupsi
- Relawan Jokowi Justru Bangga Disebut 'Termul', Ini Alasannya
- Imigrasi Perketat Pengawasan di Bandara untuk Cegah Haji Ilegal, Jamaah Terlayani Optimal

Nadia Habibie: Hari Kartini Jadi Momentum Bangun Sistem yang Mendukung Perempuan Indonesia
diupdate.id - Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini, sosok yang simbol perjuangan emansipasi perempuan. Namun lebih dari sekadar perayaan simbolis, Nadia Sofia Habibie mengajak kita bersama memaknai momentum ini sebagai titik awal membangun sistem yang benar-benar mendukung perempuan Indonesia dalam berbagai sektor kehidupan.
Warisan Kartini Tak Hanya Sejarah, Tapi Refleksi Hari Ini
Raden Adjeng Kartini mungkin tidak pernah meraih posisi tinggi seperti menteri atau CEO, namun gagasan-gagasannya tentang hak dan kesetaraan perempuan tetap hidup dan relevan. Nadia Habibie, Executive Director Habibie & Ainun Foundation dan Secretary of the Executive Board The Habibie Center, menekankan bahwa di Hari Kartini ini, pertanyaan mendasar adalah bagaimana perempuan bisa melangkah dari sekadar berpartisipasi menuju mendapatkan pengaruh nyata dalam sistem sosial dan ekonomi.
Realitas Perempuan di Indonesia Masih Ada Tantangan Struktural
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2023, sekitar 64 persen perempuan di Indonesia bekerja di sektor informal tanpa perlindungan sosial yang memadai. Sementara itu, perempuan memegang peranan penting sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yaitu sekitar 60 hingga 64 persen. Namun, di sisi lain, keterwakilan perempuan di posisi kepemimpinan masih minim, hanya sekitar 35 persen di level manajerial dan 3,5 persen sebagai CEO.
Nadia menggambarkan perbedaan kondisi perempuan ini melalui tiga sosok fiktif, yaitu Siti, Rara, dan Dewi, yang mewakili pekerja informal, profesional, dan pelaku usaha kecil. Ketiga figur ini meskipun berbeda latar dan kondisi, menghadapi akar masalah yang sama: sistem yang belum mengakomodasi kebutuhan dan beban mereka secara adil dan setara.
Beban Tak Terlihat: Peran Perawatan yang Belum Diakui
Salah satu hal yang paling berat adalah tanggung jawab perawatan rumah tangga yang tidak dibayar dan sering tidak dihargai dalam konteks ekonomi maupun pekerjaan. Data International Labour Organization tahun 2024 menunjukkan ada sekitar 708 juta perempuan di seluruh dunia yang keluar dari angkatan kerja akibat kewajiban merawat keluarga, jauh lebih tinggi dibanding laki-laki yang hanya sekitar 40 juta. Di Asia Pasifik, perempuan menghabiskan waktu 4,1 kali lebih banyak untuk pekerjaan perawatan dibanding laki-laki.
Mengapa Ini Penting? Dampak bagi Kebijakan dan Masa Depan Perempuan
Pentingnya Hari Kartini sebagai momentum bukan hanya untuk mengenang perjuangan, tapi untuk menegaskan bahwa perubahan sistemik harus segera diwujudkan. Ini berarti kebijakan dan perlindungan sosial yang menyentuh realitas perempuan di berbagai sektor harus diperkuat, termasuk pengakuan beban perawatan, akses ke pembiayaan usaha, dan kesempatan yang setara dalam kepemimpinan.
Nadia mengajak semua pihak untuk memikirkan ulang cara perempuan dihitung dalam sistem ekonomi dan sosial kita, sehingga beban dan kontribusi mereka tak lagi tersembunyi, namun mendapatkan penghargaan dan dukungan yang layak.
Ringkasan
Hari Kartini bukan sekadar simbol sejarah, tetapi panggilan untuk membangun sistem yang inklusif dan adil bagi perempuan Indonesia. Dengan mengakui berbagai realitas dan tantangan yang dihadapi, mulai dari kerja informal, peran pelaku UMKM, hingga posisi profesional, kita dapat menciptakan perubahan yang bersifat sistemik. Semangat Kartini harus terus hidup dalam upaya memperjuangkan kesetaraan dan pengaruh nyata perempuan di Indonesia.
FAQ
Siapa Nadia Habibie dan perannya?
Nadia Habibie adalah Executive Director Habibie & Ainun Foundation dan Secretary of the Executive Board di The Habibie Center, yang aktif mengangkat isu kesetaraan gender dan peran perempuan di Indonesia.
Apa pesan utama Nadia Habibie di Hari Kartini?
Nadia mengajak memaknai Hari Kartini sebagai momentum membangun sistem yang mendukung dan memberikan pengaruh nyata bagi perempuan di berbagai bidang, mengatasi hambatan struktural yang ada.