Iran Ancam Balas Keras Jika AS Invasi Darat, Panglima AD Sebut Tak Ada yang Selamat
Baca juga
- JDF Asia Pasifik Kecam Keras UU Hukuman Mati untuk Tahanan Palestina, Sebut Langgar HAM
- UEA Mundur dari Rafale F5, Prancis Kini Tanggung Biaya Sendiri
- FIFA Series 2026 Jadi Momen Beckham Putra, Thom Haye Ikut Beri Perhatian
- Persik Kediri Siap Main di Rumah Sendiri, Izin Laga Kandang Resmi Keluar
- Munafri Tegaskan Ribuan PPPK Tetap Aman, Tak Ada yang Dirumahkan di Makassar

Panglima AD Iran Ancam Balasan Keras Jika AS Invasi Darat, Tegaskan Tak Ada Pasukan Musuh yang Selamat
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah peringatan keras datang dari pucuk pimpinan militer Teheran. Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, menegaskan bahwa jika AS benar-benar mencoba melakukan invasi darat AS ke wilayah Iran, maka pasukan lawan tidak akan dibiarkan pulang dengan selamat.
Pernyataan itu bukan sekadar retorika politik. Di tengah laporan soal pergerakan pasukan AS di Timur Tengah, ucapan Hatami memperlihatkan bahwa Iran ingin mengirim sinyal tegas: setiap ancaman darat akan dihadapi dengan respons militer yang cepat dan terukur.
Iran pantau pergerakan pasukan AS
Dalam komentar yang disiarkan televisi pemerintah IRIB pada Kamis, 2 April 2026, Hatami mengatakan bahwa pimpinan militer telah memberi instruksi kepada komando operasional untuk mengawasi langkah-langkah pasukan AS secara sangat cermat. Menurut dia, pemantauan itu penting agar Iran bisa merespons pada waktu yang tepat jika ada tanda-tanda serangan.
“Jika musuh mencoba operasi darat, tidak seorang pun boleh selamat,” kata Hatami. Ia juga menekankan bahwa pergerakan dan tindakan lawan harus terus dipantau dengan teliti agar rencana balasan bisa diterapkan tanpa terlambat.
Dalam pernyataannya, Hatami turut menegaskan bahwa keamanan harus ditegakkan di Iran dan “bayang-bayang perang” perlu dihilangkan dari negaranya. Kalimat itu menunjukkan bahwa Iran ingin mempertahankan citra siap siaga, sekaligus mencegah lawan membaca ada celah pertahanan.
Laporan Pentagon dan kekhawatiran fase baru perang
Isu ini mencuat setelah The Washington Post pada Sabtu, 28 Maret 2026, melaporkan bahwa Pentagon tengah menyiapkan kemungkinan operasi darat di Iran. Langkah itu disebut berkaitan dengan pengerahan ribuan tentara AS ke Timur Tengah.
Namun, laporan tersebut juga menegaskan bahwa pelaksanaan operasi masih menunggu keputusan Presiden AS Donald Trump. Jika rencana itu benar dijalankan, para pejabat AS menyebut situasinya bisa menjadi “fase baru perang” yang jauh lebih berbahaya bagi pasukan AS dibanding empat minggu pertama pertempuran.
Meski demikian, detail soal skala operasi, lokasi pendaratan, dan target militer belum dikonfirmasi secara resmi. Karena itu, situasi ini masih berada pada tahap spekulasi strategis yang memicu kekhawatiran luas di kawasan.
Dampak dan analisa: sinyal eskalasi di Timur Tengah
Pernyataan Panglima AD Iran menunjukkan bahwa Teheran sedang membangun garis merah yang sangat tegas terhadap kemungkinan serangan darat. Dalam konflik modern, ancaman seperti ini biasanya bukan hanya ditujukan ke lawan, tetapi juga untuk menjaga moral internal dan menunjukkan kesiapan militer kepada publik domestik.
Di sisi lain, kabar tentang rencana operasi darat AS menambah lapisan ketegangan di Timur Tengah yang sudah lama sensitif. Bila kedua pihak terus saling mengirim peringatan, risiko salah hitung atau salah baca situasi akan meningkat. Itulah mengapa pernyataan semacam ini kerap menjadi indikator awal eskalasi, meski belum tentu langsung berujung pada aksi militer.
Bagi kawasan, dinamika ini patut dicermati karena setiap langkah besar AS atau Iran berpotensi memengaruhi stabilitas regional, termasuk keamanan jalur pelayaran, situasi negara-negara tetangga, dan atmosfer politik global. Dalam konteks itu, invasi darat AS ke Iran masih menjadi skenario yang sangat berisiko dan dapat memicu respons besar dari Teheran.
Kesimpulan
Pernyataan Amir Hatami menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika ancaman darat benar-benar terjadi. Sementara itu, laporan soal kesiapan Pentagon memperlihatkan bahwa tensi masih tinggi dan belum ada tanda mereda. Untuk saat ini, semua pihak tampaknya masih menempatkan kekuatan militer sebagai alat tekan utama, sementara dunia menunggu apakah ketegangan ini akan tetap di level peringatan atau meningkat menjadi konflik yang lebih luas.
FAQ
Siapa yang memberi peringatan kepada AS?
Peringatan itu disampaikan Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hatami.
Apa isi ancaman yang disampaikan Iran?
Hatami mengatakan tidak ada pasukan musuh yang boleh selamat jika AS mencoba operasi darat ke Iran.
Apakah operasi darat AS sudah dipastikan terjadi?
Belum. Menurut laporan yang dikutip, rencana itu masih menunggu keputusan Presiden AS Donald Trump.