Panglima TNI Sebut Mayor Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus, Ini Jejak Pengabdiannya
Baca juga
- Harta Warga Demak Ludes Tersapu Banjir Bandang, Hanya Sertifikat Haji yang Selamat
- Truk TNI AD Antar Siswa SD Terlibat Kecelakaan di Kalideres, 1 Pengendara Motor Meninggal Dunia
- Mahasiswa Untirta Terjerat Kasus Rekam Dosen di Toilet Kampus, Polisi Ambil Langkah Serius
- Jakarta Selatan Siapkan Waduk Raksasa 2,8 Hektare untuk Cegah Banjir di Bintaro
- Tragedi di Pesta Pernikahan: Ayah Meninggal Dikeroyok Preman Mabuk di Purwakarta

Panglima TNI Sebut Mayor Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus, Ini Jejak Pengabdiannya
diupdate.id - Kepergian seorang prajurit selalu meninggalkan duka, apalagi ketika ia dikenal sebagai sosok yang berprestasi dan setia menjalankan tugas. Itulah yang tergambar saat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyebut Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar sebagai salah satu prajurit terbaik yang pernah bertugas di Kopassus.
Pernyataan itu disampaikan usai upacara pemakaman militer almarhum di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, Ahad (5/4/2026). Dalam momen tersebut, Panglima TNI menegaskan bahwa Mayor Zulmi bukan sekadar prajurit yang menjalankan tugas, tetapi juga sosok yang kerap mendapat apresiasi dari satuannya.
Almarhum dikenal selalu berprestasi dalam setiap penugasan
Menurut Agus Subiyanto, almarhum kerap menerima penghargaan setiap kali menjalankan tugas. Salah satu bentuk apresiasi itu adalah penugasan ke luar negeri dalam misi perdamaian di Lebanon. Penugasan seperti ini biasanya menjadi bukti bahwa seorang prajurit dinilai memiliki kemampuan, kedisiplinan, dan kesiapan yang tinggi.
Dalam konteks militer, penghargaan semacam ini tidak datang begitu saja. Artinya, Mayor Zulmi telah melewati serangkaian penugasan dengan baik hingga dipercaya membawa nama Indonesia dalam operasi internasional. Karena itu, kabar wafatnya ia bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI secara keseluruhan.
Tiga prajurit TNI gugur dalam misi UNIFIL Lebanon
Mayor Zulmi merupakan salah satu dari tiga personel TNI yang gugur saat bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Maret 2026. Dua prajurit lainnya adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, Fahrizal meninggal akibat serangan artileri Israel di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Ahad (29/3/2026). Sementara itu, Nur Ichwan dan Zulmi meninggal karena ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan pada Senin (30/3/2026). Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa misi perdamaian di Lebanon masih berada dalam situasi yang sangat berisiko.
Hak-hak almarhum telah disiapkan untuk keluarga
Panglima TNI juga memastikan bahwa hak-hak almarhum sedang dipersiapkan. Beberapa di antaranya meliputi santunan dari PBB, santunan risiko kematian, asuransi, hingga beasiswa untuk anak. Selain itu, TNI Angkatan Darat dan pihak bank juga disebut akan memberikan santunan.
Agus Subiyanto bahkan menyampaikan bahwa bantuan dari Presiden juga telah disampaikan langsung kepadanya. Meski detail bantuannya belum dikonfirmasi secara lengkap, pernyataan itu menegaskan bahwa negara memberi perhatian terhadap keluarga prajurit yang gugur dalam tugas. Bagi keluarga, dukungan seperti ini tentu penting, meski tidak bisa sepenuhnya menggantikan kehilangan yang mereka alami.
Makna besar di balik pengorbanan prajurit
Kisah Mayor Zulmi menggambarkan bahwa pengabdian prajurit TNI tidak berhenti di medan latihan atau penugasan dalam negeri. Ia terlibat dalam misi yang membawa nama Indonesia di panggung internasional, sekaligus menunjukkan bagaimana seorang prajurit terbaik Kopassus dinilai dari kerja, disiplin, dan keberaniannya.
Dari sisi publik, peristiwa ini juga mengingatkan bahwa misi perdamaian bukan tugas yang ringan. Ada risiko besar yang harus ditanggung para personel di lapangan. Karena itu, apresiasi terhadap prajurit yang gugur seharusnya tidak hanya berupa penghormatan seremonial, tetapi juga perhatian berkelanjutan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kesimpulan
Kepergian Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar meninggalkan duka mendalam bagi TNI dan masyarakat. Sebagai salah satu prajurit terbaik Kopassus, namanya dikenang lewat dedikasi, penghargaan, dan penugasan dalam misi internasional. Di tengah suasana duka, perhatian terhadap hak keluarga almarhum menjadi bagian penting dari penghormatan atas pengabdian yang telah diberikan.
FAQ
Siapa Mayor Zulmi?
Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar adalah prajurit TNI yang bertugas di Kopassus dan disebut sebagai salah satu prajurit terbaik oleh Panglima TNI.
Di mana Mayor Zulmi dimakamkan?
Mayor Zulmi dimakamkan dalam upacara militer di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung.
Apa saja hak keluarga almarhum yang disiapkan?
Hak yang disebutkan meliputi santunan dari PBB, santunan risiko kematian, asuransi, beasiswa untuk anak, serta santunan dari TNI AD, bank, dan bantuan dari Presiden yang belum dikonfirmasi rinciannya.