Polda Kalsel Minta Maaf setelah Video Viral AKBP Merokok dan Tak Pakai Sabuk Pengaman saat Nyetir
Baca juga
- PSI Tolak Berikan Bantuan Hukum untuk Grace Natalie dalam Kasus Video JK, Ini Alasannya
- Insiden Kekerasan Terhadap Wakil Ketua PSI Bro Ron, Respons dan Dampaknya
- Raperda Anti-LGBT di Jabar: Tanggapan DPRD Atas Keresahan Warga
- Nurul Arifin: Perjuangan Perempuan di Politik Masih Panjang dan Dinamis
- KPK Tindak Lanjuti Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Jalan di Sumut dengan Pemeriksaan Saksi

Polda Kalsel Minta Maaf setelah Video Viral AKBP Merokok dan Tak Pakai Sabuk Pengaman saat Nyetir
diupdate.id - Gegara video viral seorang perwira menengah Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) yang kedapatan merokok sambil menyetir tanpa memakai sabuk pengaman, publik dibuat heboh dan menuntut kejelasan. Aksi tersebut ternyata bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, tapi juga mencoreng citra kepolisian sebagai pelindung dan teladan masyarakat.
Aksi Viral yang Bikin Geger
Polda Kalsel Turun Tangan dan Minta Maaf
Menanggapi kontroversi ini, Polda Kalsel angkat bicara. Kombes Adam Erwindi, Kabid Humas Polda Kalsel, menyayangkan perilaku anggota mereka yang tidak pantas dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas kejadian ini. "Saya selaku Kabid Humas memohon maaf atas kejadian tersebut," ujarnya pada Rabu (6/5).
Lebih lanjut, anggota bersangkutan sudah menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Kalsel. Sanksi tegas sesuai pelanggaran dijanjikan agar menjadi efek jera dan mencegah hal serupa terulang.
Pelajaran Penting untuk Lingkungan Kepolisian
Kasus ini sekali lagi menegaskan pentingnya kedisiplinan dan sikap profesional anggota polisi. Sebagai penegak hukum, mereka harus menjadi contoh yang baik di mata publik. Polda Kalsel menyebut insiden ini sebagai bahan evaluasi agar seluruh jajaran lebih menjaga sikap dan perilaku mereka, terutama di ruang publik yang banyak pengamat dan masyarakat awam.
Dampak dan Harapan ke Depan
Video viral yang menampilkan pelanggaran oleh seorang AKBP ini berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Tidak hanya soal pelanggaran lalu lintas, tapi juga sikap arogan menghadapi teguran. Dengan adanya tindakan tegas dan transparansi dari Polda Kalsel, diharapkan kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan dan motivasi untuk terus membangun citra positif polisi semakin besar.
Ringkasan
Kasus viral AKBP merokok sekaligus tidak memakai sabuk pengaman saat mengendarai mobil menjadi refleksi penting bagi internal Polda Kalsel. Permintaan maaf dan proses hukum internal menunjukkan upaya perbaikan. Kini, publik menanti sikap tegas dan nyata dari institusi agar pelanggaran serupa tidak lagi terjadi, menjaga martabat dan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.
FAQ
Apa sanksi yang diberikan kepada AKBP tersebut?
Sanksi sedang diproses oleh Propam Polda Kalsel sesuai pelanggaran yang dilakukan.
Mengapa perilaku AKBP ini menjadi sorotan?
Karena ia merokok dan tidak memakai sabuk pengaman saat mengendarai mobil serta bersikap arogan saat ditegur, yang tidak sesuai dengan sikap anggota polisi sebagai contoh di masyarakat.