Dalang Demo Ricuh Mamuju Terungkap: Polisi Buru Otak Penggerak
Baca juga
- Ombudsman Pastikan Layanan Imigrasi Jakarta Barat Tetap Prima Meski Tengah Diwarnai Isu Korupsi
- 444 Jamaah Haji Kuningan Kembali, Satu Masih Terbaring di Rumah Sakit
- Sistem COD Jadi Cara Baru Penjualan Miras Ilegal, Polres Bantul Gencar Berantas
- Operasi Gabungan di Kediri Sita Ribuan Rokok Ilegal Tanpa Pita Cukai
- Gubernur Papua Selatan Soroti Dampak Positif PSN Lewat Sektor Pertanian

Polisi Ungkap Otak di Balik Demo Ricuh Mamuju yang Lukai Anggota Polisi
diupdate.id - Keributan dalam aksi demo di Mamuju, Sulawesi Barat, ternyata tak sekadar pengaduan warga biasa. Polresta Mamuju kini tengah mengungkap dalang intelektual yang diduga menggerakkan massa hingga berujung penganiayaan terhadap anggota kepolisian di depan Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V.
Aktor Intelektual Diduga Pengusaha Kecewa Proyek BWS
Kapolresta Mamuju, Komisaris Besar Polisi Ferdyan Indra Fahmi, menyatakan hasil pemeriksaan terhadap tersangka berinisial AR (37) memperlihatkan adanya aktor intelektual di balik demo. "Kami menduga pelaku utama adalah seorang pengusaha atau kontraktor yang kecewa karena tak mendapatkan proyek di kantor BWS tahun ini," jelas Ferdyan, Kamis (4/6).
Selain itu, polisi menemukan indikasi penyandang dana yang memobilisasi mahasiswa dan masyarakat, sehingga aksi yang semestinya aspirasi damai berubah menjadi ricuh dan anarkis. Polisi juga menyebut ada pembayaran kepada peserta demo sekitar Rp100 ribu per orang untuk mendorong hadir di unjuk rasa.
Unjuk Rasa Dimanfaatkan untuk Kepentingan Tersembunyi
Menurut polisi, unjuk rasa itu bukan murni tuntutan masyarakat. Dalam penyelidikan terungkap bahwa AR bergabung setelah ajakan dari kerabat yang terafiliasi kelompok tersebut, menunjukan ada skema sistematis di balik kegiatan ini.
Penahanan AR setelah pelariannya ke hutan menggunakan bantuan dua anjing pelacak Unit K-9 Polda Sulbar menandai langkah serius kepolisian mengusut tuntas insiden tersebut. Polisi menegaskan terus membuka gelar perkara mencari aktor utama, penyandang dana, dan koordinator lapangan demi menegakkan hukum.
Dampak dan Analisa
Insiden ini memperlihatkan bagaimana unjuk rasa yang seharusnya jadi wadah aspirasi bisa diselewengkan oleh kepentingan pribadi hingga berujung kekerasan. Pemberian kompensasi materi untuk peserta demo menunjukkan adanya manipulasi yang bisa merusak citra gerakan mahasiswa dan masyarakat yang selama ini dijunjung tinggi.
Aparat kepolisian di Sulawesi Barat juga menerima tekanan besar saat berjaga, sehingga perlindungan kepada anggota dan penegakan hukum yang tegas sangat dibutuhkan. Kasus ini juga jadi peringatan bagi masyarakat agar kritis dan waspada terhadap kemungkinan aksi anarkis yang disusupi kepentingan tidak sehat.
Ringkasan
Polresta Mamuju tengah memburu aktor intelektual demo ricuh yang melukai anggota mereka di depan BWS Sulawesi V. Tersangka AR dan indikasi keterlibatan pengusaha kontraktor kecewa, serta pemberian kompensasi kepada peserta menunjukkan demo tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Penyelidikan terus digalakkan demi menjaga ketertiban dan keadilan di Sulawesi Barat.
FAQ
Siapa aktor intelektual di balik demo ricuh Mamuju?
Polresta Mamuju menduga seorang pengusaha atau kontraktor yang kecewa tidak mendapatkan proyek di Kantor BWS Sulawesi V menjadi aktor intelektual di balik demo.
Apa motif dari demo ricuh di Mamuju?
Demo itu diduga dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, termasuk tekanan terhadap BWS, dan peserta diberi kompensasi agar ikut unjuk rasa, sehingga bukan murni aspirasi masyarakat.