Presiden Ungkap Ada 1.800 Perlintasan Sebidang di Jawa, Butuh Rp 4 Triliun untuk Penanganan

Baca juga

Presiden Ungkap Ada 1.800 Perlintasan Sebidang di Jawa, Butuh Rp 4 Triliun untuk Penanganan

Presiden Ungkap Ada 1.800 Perlintasan Sebidang di Jawa, Butuh Rp 4 Triliun untuk Penanganan

diupdate.id - Insiden kecelakaan KRL Commuter Line di Bekasi bukan hanya mengundang duka, namun juga membuka mata pemerintah tentang tantangan besar di lintasan kereta api di Jawa. Presiden RI secara langsung meninjau korban kecelakaan ini dan mengungkap fakta terkait ribuan perlintasan sebidang yang rawan risiko di pulau Jawa.

Peninjauan Langsung Presiden di RSUD Kota Bekasi

Selasa pagi (28/4/2026), Presiden RI mengunjungi RSUD Kota Bekasi untuk menjenguk korban kecelakaan tabrakan antara KRL Commuter Line dan Kereta Argo Bromo. Insiden yang terjadi di dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) tersebut menyebabkan 71 korban harus menjalani perawatan rumah sakit, sementara lima penumpang meninggal dunia.

Dalam kunjungannya, Presiden didampingi Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono. Ia menyampaikan keprihatinannya sekaligus menegaskan pentingnya penanganan perlintasan kereta yang belum maksimal.

Ribuan Perlintasan Sebidang di Jawa Butuh Perhatian Khusus

Presiden mengungkapkan bahwa di Jawa terdapat sekitar 1.800 perlintasan sebidang yang sebagian besar belum dijaga dengan baik. Kondisi ini menjadi faktor utama tingginya angka kecelakaan di lintasan kereta api. Menurutnya, dibutuhkan dana hingga Rp 4 triliun untuk melakukan perbaikan dan peningkatan keselamatan di seluruh perlintasan tersebut.

Pemerintah Kota Bekasi sendiri sudah mengajukan pembuatan flyover di lokasi kecelakaan sebagai solusi jangka panjang. Presiden langsung menyetujui pembangunan flyover tersebut dengan dukungan bantuan dari pemerintah pusat, mengingat bekasi merupakan wilayah padat dengan kebutuhan transportasi kereta api yang signifikan.

Dampak dan Analisa

Insiden ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya keselamatan transportasi umum yang menghubungkan kawasan padat penduduk. Perlintasan sebidang yang tidak diawasi berpotensi mengancam nyawa ribuan orang setiap hari. Investasi Rp 4 triliun untuk penanganan secara menyeluruh akan memperkecil risiko kecelakaan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan moda transportasi kereta api.

Selain itu, pembangunan flyover di Bekasi diharapkan tidak hanya mengurangi kemacetan tapi juga meningkatkan kelancaran arus lalu lintas dan keamanan penumpang. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar langkah tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ringkasan

Presiden RI meninjau korban kecelakaan KRL Bekasi dan menegaskan bahwa sekitar 1.800 perlintasan sebidang di Jawa memerlukan perhatian serius dengan estimasi biaya pengamanan mencapai Rp 4 triliun. Pemerintah telah menyetujui pembangunan flyover di Bekasi sebagai solusi konkret untuk mencegah kecelakaan serupa sekaligus meningkatkan kualitas transportasi publik di wilayah padat tersebut.

FAQ

Berapa jumlah perlintasan sebidang di Jawa yang perlu diatasi?

Ada sekitar 1.800 perlintasan sebidang di Jawa yang perlu mendapatkan penanganan keselamatan.

Apa solusi pemerintah untuk perlintasan sebidang di Bekasi?

Pemerintah menyetujui pembangunan flyover di lokasi perlintasan sebidang di Bekasi untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas.