Sekda Jateng Sering Bersepeda dan Lari ke Kantor, Dukung Program Hemat
Baca juga
- Misteri Kerangka Manusia di Perbukitan Pati: Identitas dan Asal-Usul Masih Jadi Teka-Teki
- Antisipasi Macet Libur Panjang, Polrestabes Bandung Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dengan 200 Personel
- PD Pasar Surya Tegaskan Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi Sewa Stan di Kejari Tanjung Perak
- Polisi Intensif Selidiki Ledakan Hebat di Gudang LPG Bekasi, Warga dan Infrastruktur Terdampak
- Update Cuaca Surabaya 2 April 2026: Siang hingga Malam Diprediksi Gerimis, Waspadai Kawasan Berikut!

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan bahwa dirinya rutin bersepeda dan berlari ke kantor. Hal ini ia lakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang sedang digalakkan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Tengah.
Rutinitas Bersepeda dan Lari Sekda Jateng
Sumarno menjelaskan bahwa jarak antara rumah dinasnya di Jalan Wahidin dengan kantor hanya sekitar tiga kilometer. Meski demikian, untuk olahraga, ia biasanya bersepeda sekitar 40 kilometer sebelum berangkat ke kantor dan lari sejauh 10 kilometer. Dengan aktivitas ini, ia sekaligus mempraktikkan gaya hidup sehat serta mendukung inisiatif bersepeda ke kantor yang diusung pemerintah provinsi.
Dorongan Pemprov Jawa Tengah untuk ASN Menggunakan Transportasi Ramah Lingkungan
Program hemat BBM yang digagas Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak seluruh ASN, termasuk bupati dan wali kota, untuk bersepeda ke kantor. Rencana ini bertujuan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi sekaligus menghemat konsumsi energi fosil.
Sumarno memberikan harapan agar ASN yang kondisi jalannya relatif datar dapat memanfaatkan sepeda sebagai moda transportasi ke kantor. Kebijakan ini juga sejalan dengan larangan penggunaan kendaraan bermotor pada hari tertentu, seperti Jumat, untuk mendorong penggunaan transportasi umum dan kendaraan ramah lingkungan.
Implementasi dan Kebijakan Penghematan Energi di Lingkup Pemprov Jateng
Saat ini, Pemprov Jawa Tengah menunggu surat edaran dari pemerintah pusat mengenai teknis pelaksanaan penghematan energi. Meski demikian, persiapan sosialisasi dan perencanaan telah dilakukan agar kebijakan seperti bersepeda dan penggunaan kendaraan listrik dapat diimplementasikan secara efektif.
Selain bersepeda dan lari, opsi penggunaan transportasi umum juga diutamakan untuk menekan konsumsi BBM. Gubernur Luthfi juga menyebut bahwa kebijakan work from home (WFH) masih dalam tahap kajian, termasuk pemilihan hari pelaksanaannya.
Penutup
Langkah yang diambil Sekda Sumarno dan Pemprov Jawa Tengah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga lingkungan dan mendukung upaya penghematan energi. Dengan menggalakkan bersepeda dan berjalan kaki ke kantor, diharapkan ASN bisa menjadi contoh dalam penerapan gaya hidup sehat sekaligus pengurangan konsumsi BBM nasional. Implementasi program ini masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat dan akan terus disosialisasikan kepada seluruh ASN di provinsi tersebut.