Sering Tatap Layar? Ini Risiko Floaters dan Kerusakan Mata yang Perlu Diwaspadai
Baca juga
- El Nino Ekstrem Melanda, Dinkes Jakarta Bagikan Tips Penting agar Warga Tetap Aman
- Bayi 1,5 Tahun Hipotermia di Gunung Ungaran, Ahli Ingatkan Usia Aman Anak Mendaki
- Cuaca Panas Bisa Bikin Lansia Linglung, Ini Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
- 3 Khasiat Jahe Campur Bawang Putih yang Jarang Dibahas, Pasutri Bisa Ikut Merasakan Manfaatnya
- Tips Menjaga Kesehatan Mental dengan Langkah Sederhana yang Konsisten

Sering Tatap Layar? Ini Risiko Floaters dan Kerusakan Mata yang Perlu Diwaspadai
diupdate.id - Jika mata mulai terasa cepat lelah setelah lama menatap ponsel atau komputer, jangan buru-buru menganggapnya hal biasa. Kebiasaan ini ternyata bisa memicu floaters terasa lebih mengganggu, sekaligus meningkatkan risiko kelelahan mata dan gangguan pada jaringan mata.
Dokter spesialis mata Eka Hospital Permata Hijau, Dearaini, menjelaskan bahwa menatap layar dalam waktu lama dapat menyebabkan eye strain. Kondisi ini memang tidak secara langsung menimbulkan floaters, tetapi bisa membuat bintik atau bayangan melayang di pandangan terasa lebih jelas dan mengganggu fokus.
Apa Itu Floaters dan Mengapa Perlu Diperhatikan?
Floaters adalah bayangan kecil seperti titik, garis, atau serabut yang seolah-olah mengambang di area pandang mata. Gejalanya bisa muncul tiba-tiba dan sering membuat orang merasa penglihatannya terganggu, terutama saat menatap bidang terang seperti langit atau layar putih.
Meski banyak orang pernah mengalaminya, Dearaini menekankan bahwa floaters tidak sebaiknya diabaikan. Dalam beberapa kasus, keluhan ini bisa menjadi tanda adanya perubahan pada mata yang perlu diperiksa dokter. Artinya, gejala yang tampak sepele bisa saja berkaitan dengan kondisi yang lebih serius jika muncul mendadak atau semakin banyak.
Cara Mengurangi Risiko Kelelahan dan Kerusakan Mata
Salah satu langkah sederhana yang disarankan adalah menerapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, istirahatkan mata selama 20 detik dengan memandang objek sejauh 20 kaki atau sekitar enam meter. Kebiasaan ini membantu mata beristirahat dari paparan layar yang terus-menerus.
Selain itu, pemeriksaan mata secara rutin juga penting. Pemeriksaan seperti slit-lamp, retina, dan tonometri untuk mengukur tekanan bola mata dapat membantu mendeteksi gangguan lebih awal. Menurut Dearaini, pengendalian بیماری sistemik seperti diabetes melitus dan hipertensi juga berperan besar karena kedua kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan mata.
Perlindungan dari sinar UV, konsumsi nutrisi yang baik untuk mata, serta berhenti merokok juga disebut penting. Rokok diketahui dapat mempercepat degenerasi makula, mengurangi aliran darah ke retina, dan mempercepat degradasi kolagen vitreous yang memicu pembentukan floaters. Karena itu, berhenti merokok memberi manfaat langsung bagi kesehatan mata.
Dampaknya Tidak Cuma Soal Nyaman atau Tidak
Masalah pada mata sering kali baru disadari saat aktivitas harian sudah terganggu, misalnya saat membaca, bekerja, atau berkendara. Jika kebiasaan menatap layar terus dibiarkan tanpa jeda, risiko eye strain bisa meningkat dan membuat penglihatan terasa makin tidak nyaman.
Dengan kata lain, menjaga kesehatan mata bukan sekadar soal mengurangi pegal setelah bekerja di depan layar, tetapi juga mencegah gangguan yang bisa berkembang lebih jauh. Pemeriksaan rutin dan kebiasaan hidup sehat menjadi kunci agar mata tetap awet dipakai dalam jangka panjang.
Jadi, bila keluhan floaters muncul terus-menerus atau terasa makin banyak, sebaiknya jangan menunggu lama. Pemeriksaan dokter menjadi langkah paling aman untuk memastikan kondisi mata tetap terjaga.
FAQ
Apakah tatap layar lama menyebabkan floaters langsung?
Tidak secara langsung, tetapi dapat memperburuk persepsi terhadap floaters dan meningkatkan kelelahan mata.
Kapan floaters perlu diperiksa dokter?
Jika muncul tiba-tiba, jumlahnya bertambah, atau mengganggu penglihatan, sebaiknya segera diperiksa.