Surabaya Mulai Alami Cuaca Panas, BMKG Jelaskan Kaitannya dengan El Nino dan Musim Kemarau
Baca juga
- Jakarta Diguyur Hujan Ringan Sampai Sore, Simak Prakiraan BMKG
- Hujan Lebat Melanda Jawa Tengah Selatan hingga 26 April, Simak Daerah Terdampak
- Gerimis Melanda Jawa Timur Hari Ini, Simak Prakiraan Cuaca 3 April 2026
- Berita Cuaca Terkini: Gerimis Menyelimuti Jawa Timur, Simak Daerah Terdampak
- Info Cuaca Terbaru Jawa Barat: Hujan Lebat & Petir Wajib Diwaspadai

Surabaya Mulai Alami Cuaca Panas, BMKG Jelaskan Kaitannya dengan El Nino dan Musim Kemarau
diupdate.id - Beberapa hari terakhir, warga Surabaya merasakan udara yang lebih panas dari biasanya. Fenomena ini ternyata menjadi bagian dari proses alam yang sedang berlangsung, bukan sekadar perubahan cuaca biasa. Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan cuaca panas ini dan bagaimana kaitannya dengan musim kemarau serta fenomena El Nino? Berikut penjelasan lengkap dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Musim Kemarau Surabaya Mulai Akhir Mei 2026
Menurut prakiraan BMKG Juanda yang disampaikan oleh prakirawan Levi Ratnasari, musim kemarau di Surabaya secara umum akan dimulai pada akhir Mei 2026, tepatnya pada dasarian III Mei. Meski begitu, beberapa wilayah di Surabaya bagian barat diperkirakan akan memasuki musim kemarau lebih awal, sekitar pertengahan Mei. Artinya, saat ini Surabaya memang mulai merasakan pengaruh transisi menuju musim kemarau, sehingga cuaca panas kian terasa.
El Nino dan Mitigasinya
Fenomena El Nino menjadi salah satu faktor utama yang membuat musim kemarau tahun ini terasa lebih kering dan terik. BMKG menegaskan bahwa istilah "Godzilla El Nino" yang sempat viral di media sosial bukanlah terminologi resmi dari lembaga tersebut, namun secara ilmiah El Nino memang sedang aktif dan berdampak pada perubahan pola cuaca khususnya di wilayah Jawa Timur. Efeknya, suhu udara yang naik dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan heat stroke bagi masyarakat.
Antisipasi Masyarakat Menghadapi Cuaca Panas
Melihat prediksi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat Surabaya untuk mulai melakukan langkah antisipasi, seperti hemat penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari agar tidak mengalami kekurangan saat puncak kemarau. Selain itu, larangan pembakaran lahan kembali ditekankan guna mencegah risiko kebakaran yang bisa meningkat saat cuaca panas dan kering melanda.
Dampak dan Analisa Sederhana
Cuaca panas yang semakin intens di Surabaya berpotensi mempengaruhi berbagai sektor mulai dari kesehatan, kebutuhan air bersih, hingga aktivitas kerja dan sekolah. Masyarakat diharapkan lebih waspada terutama dalam menjaga asupan cairan tubuh dan menghindari paparan langsung sinar matahari di jam-jam puncak. Selain itu, pemerintah dan pemangku kepentingan perlu mengantisipasi pasokan air dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kebakaran lahan.
Ringkasan
Meski Surabaya belum sepenuhnya memasuki musim kemarau, tanda-tanda awal sudah mulai terlihat dengan meningkatnya suhu udara akibat pengaruh El Nino. BMKG memprediksi musim kemarau akan hadir mulai akhir Mei 2026 dan meminta masyarakat untuk bijak dalam menggunakan sumber daya air sekaligus menghindari pembakaran lahan. Pemahaman terhadap perubahan cuaca sekaligus tindakan antisipasi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kelangsungan aktivitas sehari-hari di Kota Pahlawan.
FAQ
Kapan musim kemarau diprediksi mulai di Surabaya menurut BMKG?
Musim kemarau diperkirakan mulai pada akhir Mei 2026, tepatnya dasarian III Mei.
Apakah 'Godzilla El Nino' istilah resmi BMKG?
Tidak, istilah tersebut bukan resmi dari BMKG meski fenomena El Nino memang sedang terjadi.
cuaca panas Surabaya menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.