TNI Gugur di Lebanon, Persis Usulkan Indonesia Keluar dari Dewan
Baca juga
- Harkitnas 2026: Generasi Muda Kunci Utama Menjaga Kedaulatan Bangsa
- Pemkab Malinau Hadirkan Pasar Murah Jelang Idul Adha, Harga Kebutuhan Pokok Makin Terjangkau
- BRI Insurance Perkuat Proteksi Keuangan untuk UMKM di Makassar
- DPR Dorong 1.000 Bioskop Desa di APBN 2027 untuk Dukung Perfilman Daerah
- ILUNI FKUI dan FIAKSI Resmi Buka Posko Aduan untuk Dokter Internship

diupdate.id - Insiden gugurnya beberapa anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lebanon akibat serangan dari pasukan Zionis Israel memicu reaksi serius dari berbagai pihak di tanah air. Salah satunya adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Jeje Zaenudin, yang menyampaikan permintaan agar pemerintah Indonesia mempertimbangkan langkah keluar dari Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).
Seruan Keluar dari Dewan Perdamaian
Kiai Jeje Zaenudin menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Israel tidak lagi dapat dipercaya dalam niat mereka untuk menciptakan perdamaian di wilayah Timur Tengah maupun dunia secara umum. Oleh karena itu, menurutnya sudah saatnya Indonesia mengambil sikap tegas dan mengkaji kemungkinan mundur dari Dewan Perdamaian.
"Pertimbangkan agar RI segera keluar dari BoP karena sudah nyata tidak mungkin lagi Amerika dan Israel dapat dipercaya memiliki niat baik untuk perdamaian Timur Tengah dan dunia pada umumnya," ujarnya dalam wawancara dengan Republika pada Selasa malam, 31 Maret 2026.
Dukungan dan Tuntutan dari Persatuan Islam
Selain menyerukan evaluasi keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian, Persis juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya para prajurit TNI di Lebanon. Mereka dianggap sebagai pahlawan yang gugur saat menjalankan tugas mulia dalam menjaga perdamaian dunia.
Persis mendesak pemerintah agar lebih aktif mengambil langkah diplomatik, termasuk menekan PBB agar membentuk misi pencari fakta independen untuk mengungkap siapa pelaku serangan ini. Mereka juga meminta Indonesia menguatkan posisi diplomatiknya dan menyampaikan protes keras di Dewan Keamanan PBB.
Menuntut Pertanggungjawaban Hukum
Lebih jauh, Persis meminta agar Indonesia menuntut pertanggungjawaban secara hukum kepada pihak yang menyerang, dalam hal ini Zionis Israel. Hal ini bertujuan untuk menegakkan keadilan serta melindungi hak asasi manusia guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Sementara itu, detail terkait jumlah korban, kronologi lengkap serangan, dan respons resmi dari pemerintah Indonesia masih belum dikonfirmasi secara menyeluruh. Namun, peristiwa ini jelas menjadi perhatian nasional dan internasional yang membutuhkan penanganan serius dari berbagai pihak berwenang.
Pentingnya Sikap Tegas Indonesia
Insiden ini memberikan momentum bagi Indonesia untuk mempertegas sikapnya dalam konflik internasional, khususnya yang melibatkan negara-negara yang selama ini dianggap bermasalah dalam menjaga perdamaian dunia. Keikutsertaan dalam institusi seperti Dewan Perdamaian harus diukur berdasarkan efektifitas dan komitmen nyata para anggotanya dalam menegakkan perdamaian sejati.
Masyarakat menunggu langkah strategis pemerintah Indonesia ke depan sebagai wujud dukungan dan perlindungan terhadap pasukan TNI yang bertugas di luar negeri serta kontribusi Indonesia dalam resolusi konflik internasional.
Semoga para pahlawan yang gugur diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini.