Dari Gerobak Es Puter Menuju Baitullah: Tekad Keras Tukang Es di Cirebon Wujudkan Mimpi Naik Haji
Baca juga
- Superyacht Rusia Panjang 141 Meter Tak Tersentuh Blokade Laut
- Perkara Teror terhadap Konser Taylor Swift: Pemuda 21 Tahun Diduga Pelajari Cara Bom dari ISIS
- Kekerasan Politik di Amerika Serikat Kembali Mengguncang: Sikap yang Sudah Terlalu Familiar
- Kacau di Rel Bekasi Timur, Perjalanan Kereta Jakarta–Surabaya Terhambat Malam Itu
- LKPJ Gubernur Sumsel 2025 Disetujui DPRD, Herman Deru Janji Tindak Lanjut Rekomendasi

Dari Gerobak Es Puter Menuju Baitullah: Tekad Keras Tukang Es di Cirebon Wujudkan Mimpi Naik Haji
diupdate.id - Di sebuah sudut Kota Cirebon, ada gerobak es puter sederhana yang membawa cerita besar. Tulisan "Es Puter" dengan cat merah yang mulai pudar tak menyurutkan semangat Ili, pria 62 tahun, tukang es keliling yang menyimpan impian mulia: menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci meskipun tabungannya hanyalah hasil dari jualan es puter dengan harga terjangkau Rp2.000 hingga Rp5.000 per porsi.
Perjalanan Dari Es Puter Menuju Mimpi Haji
Gerobak usang yang disangga sepeda motor renta kini terparkir di depan rumah mungil Ili di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Sumber, Cirebon. Dari benda sederhana ini, berawal sebuah perjalanan panjang menggapai Baitullah. Ili, seorang perantau dari Ciamis, bertahan hidup dengan berjualan es puter tradisional yang terbuat dari campuran santan, gula, dan tepung yang diputar manual dengan es batu dan garam. Suaranya yang khas dari bel kecil menjadi penanda kehadiran es puter yang dicintai warga sekitar; baik anak-anak maupun orang dewasa.
Kisah Inspiratif dan Makna Di Balik Es Puter
Pagi hari, Ili mengelilingi gang-gang di sekitar sekolah seperti SD Kartini, tempat ia pertama kali menyimpan rencana besar itu. Sekitar tahun 2005, saat menyaksikan rombongan calon haji berjalan melewati sekolah dengan pakaian ihram putih bersih, Ili merasakan getaran haru dan semangat baru untuk mewujudkan mimpinya. Ia ingin mengikuti jejak mereka, menuju Baitullah walau dengan dana seadanya.
Dampak dan Pelajaran dari Perjuangan Ili
Kisah Ili mengajarkan bahwa mimpi besar tidak mengenal latar belakang ekonomi. Tabungan haji yang terbatas tidak membuat lelaki itu menyerah. Dengan keuletan dan kerja keras, langkah demi langkah dirintis dengan penuh harapan. Es puter yang dijual bukan hanya penghidupan, tapi juga simbol keteguhan untuk menggapai tujuan spiritual seumur hidup. Ini menjadi inspirasi bagi siapa saja yang berjuang dari hal kecil demi kebutuhan besar di masa depan.
Ringkasan
Ili, tukang es puter di Cirebon, menunjukkan bahwa semangat dan tekad tak terhalang oleh kondisi materi. Dari gerobak sederhana di jalanan hingga menata perlengkapan haji di rumah mungilnya, ia membuktikan kegigihan membawa mimpinya ke batas nyata. Sebuah pelajaran berharga tentang keberanian bermimpi dan bekerja keras untuk mewujudkannya dari kisah hidup seorang "wong cilik" yang ingin menapaki perjalanan suci ke Baitullah.
FAQ
Apa yang membuat Ili terinspirasi untuk naik haji?
Ili terinspirasi saat melihat rombongan calon haji yang lewat di dekat sekolahnya sekitar tahun 2005, yang memicu keinginannya untuk juga menunaikan ibadah haji.
Berapa harga es puter yang dijual Ili?
Es puter yang dijual Ili dibanderol dengan harga terjangkau sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000 per porsi.
tukang es puter menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.