UNIFIL Diserang Lagi, 3 Personel TNI Luka: Ini yang Terjadi di Lebanon Selatan
Baca juga
- Warga Oslo Turun ke Jalan, Tolak Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina di Depan Opera House
- JDF Asia Pasifik Kecam Keras UU Hukuman Mati untuk Tahanan Palestina, Sebut Langgar HAM
- Iran Ancam Balas Keras Jika AS Invasi Darat, Panglima AD Sebut Tak Ada yang Selamat
- UEA Mundur dari Rafale F5, Prancis Kini Tanggung Biaya Sendiri
- Nikmati Lezatnya Pondok Pindang D'Alir, Surganya Pindang Khas Ogan Ilir

UNIFIL Diserang Lagi, 3 Personel TNI Luka: Ini yang Terjadi di Lebanon Selatan
Saat tugas menjaga perdamaian justru berubah menjadi ancaman, kabar dari Lebanon selatan ini kembali menyita perhatian. Tiga personel Indonesia yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon atau UNIFIL terluka akibat ledakan di sebuah fasilitas PBB dekat El Adeisse pada Jumat, 3 April 2026, sore.
Peristiwa ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah tersebut. Dari informasi yang disampaikan UNIFIL melalui Pusat Informasi PBB di Indonesia (UNIC), dua dari tiga korban mengalami luka serius. Ketiganya sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kronologi Ledakan di Dekat El Adeisse
Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengatakan ledakan terjadi di fasilitas PBB dekat El Adeisse, Lebanon selatan. Namun, hingga saat ini asal-usul ledakan tersebut belum diketahui. Artinya, penyebab kejadian masih belum dikonfirmasi dan belum ada pihak yang dinyatakan bertanggung jawab.
UNIFIL menyebut pekan ini sebagai masa yang sulit bagi para penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah operasi mereka. Dalam pernyataannya, UNIFIL juga berharap seluruh korban segera pulih dan menekankan pentingnya keselamatan personel di lapangan.
Insiden ini kembali mengingatkan bahwa medan tugas pasukan perdamaian tidak selalu aman. Meski mereka hadir untuk meredam konflik, situasi di lapangan kerap tetap dipenuhi risiko karena dinamika keamanan yang belum stabil.
Duka yang Belum Usai bagi Indonesia
Bagi Indonesia, kabar UNIFIL diserang ini terasa semakin berat karena sebelumnya tiga personel TNI juga dilaporkan gugur di Lebanon. Praka Farizal Rhomadhon meninggal akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu, 29 Maret.
Sehari setelahnya, dua personel Indonesia lainnya, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, juga gugur dalam serangan terhadap konvoi yang mereka kawal. Hingga kini, belum dipastikan siapa pihak yang bertanggung jawab atas gugurnya ketiga anggota pasukan penjaga perdamaian tersebut.
Pada Kamis, PBB menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan hasilnya akan diumumkan dalam waktu dekat. Proses ini menjadi penting bukan hanya untuk mencari kejelasan, tetapi juga untuk memastikan keselamatan personel yang masih bertugas di wilayah rawan konflik.
Dampak dan Risiko bagi Misi Perdamaian
Serangkaian insiden ini menunjukkan bahwa misi perdamaian di Lebanon selatan tengah berada dalam fase yang sangat rentan. Ketika personel penjaga perdamaian terluka bahkan kehilangan nyawa, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga dan negara asal, tetapi juga bisa memengaruhi kesiapan operasi UNIFIL ke depan.
UNIFIL diserang dalam situasi yang masih penuh ketidakpastian, sehingga seruan untuk menjauhkan aktivitas tempur dari area operasi menjadi semakin penting. Perlindungan terhadap pasukan PBB adalah syarat dasar agar misi kemanusiaan dan stabilisasi bisa tetap berjalan.
Bagi Indonesia, kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa kontribusi dalam misi perdamaian dunia selalu disertai risiko besar. Namun, di tengah situasi sulit, kehadiran personel TNI tetap menunjukkan komitmen Indonesia terhadap perdamaian internasional.
Kesimpulan
Ledakan di fasilitas PBB dekat El Adeisse membuat tiga personel TNI terluka, dua di antaranya serius, dan sudah dirawat di rumah sakit. Hingga kini, penyebab ledakan belum dikonfirmasi. Insiden ini memperpanjang daftar duka Indonesia di Lebanon, sekaligus menegaskan bahwa keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas utama di tengah konflik yang belum mereda.
FAQ
Di mana ledakan yang melukai personel TNI terjadi?
Ledakan terjadi di fasilitas PBB dekat El Adeisse, Lebanon selatan.
Berapa personel TNI yang terluka dalam insiden ini?
Ada tiga personel Indonesia yang terluka, dua di antaranya dilaporkan mengalami luka serius.
Apakah penyebab ledakan sudah diketahui?
Belum. Hingga kini asal-usul ledakan tersebut belum diketahui dan masih dalam penelusuran.