Anwar Ibrahim Cerita Telepon Presiden Iran, 7 Kapal Malaysia Akhirnya Dilepas dari Selat Hormuz
Baca juga
- Paus Leo XIV Serukan Para Pemimpin Dunia Letakkan Senjata, Pilih Perdamaian di Paskah
- Iran Masih Punya Jurus Berbahaya: Jet Tempur AS Disebut Masih Bisa Dijatuhkan
- Iran Klaim Tembak 4 Kendaraan Udara AS, Dua Jet Tempur dan Dua Black Hawk Jadi Sorotan
- AS Minta Gencatan 48 Jam, Iran Justru Hujani Serangan Balasan
- Sekjen PBB Desak AS-Israel Hentikan Perang, Tekanan Internasional Makin Menguat

Anwar Ibrahim Cerita Telepon Presiden Iran, 7 Kapal Malaysia Akhirnya Dilepas dari Selat Hormuz
diupdate.id - Hubungan diplomatik kadang terlihat rumit di luar, tetapi hasilnya bisa sangat nyata di lapangan. Itulah yang diceritakan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat mengungkap bagaimana sebuah percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian ikut membuka jalan bagi kapal-kapal Malaysia yang sempat tertahan di Selat Hormuz.
Cerita ini ia sampaikan saat berbicara di hadapan masyarakat Malaysia di Johor Bahru, Malaysia, pada Ahad (6/4/2026). Menurut Anwar, langkah komunikasi langsung itu menunjukkan bahwa diplomasi Anwar Ibrahim bukan sekadar simbol politik, melainkan bisa menghasilkan manfaat praktis bagi negara.
Telepon yang Berujung pada Pelepasan Kapal
Anwar mengaku sempat membahas berbagai isu, termasuk perang, saat berbicara dengan Presiden Iran. Di tengah percakapan itu, ia menyinggung soal kapal tanker Malaysia yang masih tertahan di Selat Hormuz. Saat itu, ada tujuh kapal yang belum bisa melintas.
Respons dari pihak Iran, kata Anwar, datang cepat. Presiden Iran disebut langsung menyatakan kesediaannya membantu dan memerintahkan agar kapal-kapal Malaysia dilepaskan. Bagi Anwar, kejadian ini menjadi bukti bahwa hubungan baik antarnegeri bisa memberi hasil yang konkret, terutama untuk negara seperti Malaysia yang bergantung pada kelancaran perdagangan dan pengiriman energi.
Ia juga menyinggung bahwa sebelumnya ada pihak yang mengkritik kedekatannya dengan Iran. Kritik itu, menurut Anwar, muncul karena kekhawatiran Malaysia akan ditekan Amerika Serikat. Namun, ia menilai hubungan baik dengan semua negara justru lebih menguntungkan.
Dampak untuk Pasokan dan Biaya Pengiriman
Meski kapal Malaysia akhirnya bisa melintas, Anwar mengingatkan bahwa kondisi logistik global tetap tidak murah. Ia menyebut biaya kapal pada bulan sebelumnya dan saat ini memang meningkat, begitu juga asuransi kapal. Namun, yang terpenting menurutnya adalah pasokan minyak tetap bisa masuk.
Dalam penjelasannya, Anwar bahkan membandingkan situasi Malaysia dengan negara lain yang sampai melakukan penjatahan BBM karena kekurangan pasokan. Artinya, keberhasilan diplomasi ini bukan hanya soal menjaga simbol kehormatan, tetapi juga soal memastikan energi tetap tersedia untuk kebutuhan masyarakat dan industri.
Dari sisi politik, kisah ini juga memperlihatkan bagaimana Selat Hormuz tetap menjadi jalur yang sangat sensitif bagi perdagangan energi dunia. Setiap gangguan di wilayah itu bisa berdampak pada harga, asuransi, hingga jadwal pengiriman. Karena itu, keputusan cepat melalui komunikasi langsung menjadi nilai tambah yang besar bagi Malaysia.
Pesan yang ingin ditekankan Anwar cukup jelas: dalam situasi geopolitik yang tegang, hubungan yang dijaga baik dapat menjadi jembatan penyelesaian masalah. Bagi Malaysia, kasus ini sekaligus menjadi contoh bahwa diplomasi yang aktif bisa membantu menjaga stabilitas pasokan dan melindungi kepentingan nasional.
Pada akhirnya, cerita Anwar Ibrahim tentang telepon ke Presiden Iran bukan hanya soal kapal yang lewat. Lebih dari itu, ini menjadi gambaran bagaimana diplomasi bisa bekerja cepat ketika komunikasi antarnegara dibangun dengan baik.
FAQ
Berapa kapal Malaysia yang sempat tertahan di Selat Hormuz?
Anwar Ibrahim menyebut ada tujuh kapal Malaysia yang sempat tertahan sebelum akhirnya dilepaskan.
Mengapa kasus ini dianggap penting?
Karena menunjukkan dampak langsung diplomasi terhadap kelancaran pasokan minyak dan biaya logistik Malaysia.
diplomasi Anwar Ibrahim menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.