Din Syamsuddin Usul Kampus Indonesia Pelajari Teknologi Persenjataan dari Iran

Baca juga

Din Syamsuddin Usul Kampus Indonesia Pelajari Teknologi Persenjataan dari Iran

Din Syamsuddin Dorong Kampus Indonesia Belajar Teknologi Persenjataan ke Iran, Ini Alasan dan Dampaknya

Wacana kerja sama kampus Indonesia dengan Iran kembali mencuri perhatian. Di tengah persaingan teknologi global yang makin ketat, tokoh Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin mengusulkan agar perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya memperluas kolaborasi di bidang pendidikan dan ekonomi, tetapi juga mulai melirik teknologi persenjataan.

Gagasan itu ia sampaikan saat bertemu dengan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, HE Mohammad Boroujerdi, pada Jumat, 3 April 2026, di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan. Menurut Din, peluang kerja sama Indonesia dan Iran sejauh ini sudah ada, tetapi belum digarap secara maksimal.

Kerja Sama Kampus Indonesia dan Iran Dinilai Masih Bisa Diperluas

Din Syamsuddin menyebut fondasi kolaborasi antarkampus sebenarnya sudah mulai terbentuk. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun lalu sekitar 30 rektor dari Iran telah bertemu dengan pimpinan perguruan tinggi di Indonesia untuk menjajaki kerja sama lintas bidang.

Namun, menurutnya, ruang kolaborasi itu masih bisa diperluas. Karena itu, ia mendorong agar hubungan kedua negara tidak berhenti pada sektor yang umum seperti pendidikan dan ekonomi, melainkan juga menyentuh bidang yang lebih strategis. Dalam pandangannya, penguasaan teknologi persenjataan menjadi salah satu area yang layak dipelajari, terutama jika Indonesia ingin memperkuat kapasitas teknologi dalam jangka panjang.

Mengapa Iran Jadi Sorotan?

Dalam pertemuan itu, Din juga menyoroti posisi Iran dalam sejarah peradaban Islam. Ia mengingatkan bahwa Iran memiliki kontribusi penting, terutama pada masa keemasan peradaban Islam sekitar tahun 650–1250 M. Pada periode itu, ilmuwan dan cendekiawan Muslim Persia disebut berperan besar dalam perkembangan sains dan filsafat Islam.

Artinya, usulan Din tidak hanya soal transfer pengetahuan di bidang teknis, tetapi juga tentang membuka ruang pertukaran keilmuan yang lebih luas. Bagi kampus Indonesia, kerja sama seperti ini berpotensi memberi akses pada pengalaman riset, pengembangan teknologi, serta jaringan akademik yang lebih beragam. Meski begitu, bentuk kerja samanya masih perlu dikaji lebih jauh agar sesuai dengan kepentingan nasional dan kebijakan yang berlaku.

Dampak yang Mungkin Muncul bagi Kampus dan Diplomasi

Jika gagasan ini ditindaklanjuti, kampus Indonesia bisa mendapatkan peluang baru untuk memperkuat riset teknologi strategis. Di sisi lain, kerja sama semacam ini juga dapat mempererat hubungan diplomatik Indonesia dan Iran melalui jalur akademik, yang biasanya lebih fleksibel untuk pertukaran gagasan dan inovasi.

Namun, karena topik teknologi persenjataan menyangkut isu sensitif, pembahasan lanjutannya kemungkinan akan membutuhkan kehati-hatian ekstra. Kampus, pemerintah, dan pihak terkait perlu memastikan bahwa setiap bentuk kolaborasi tetap berada dalam koridor pendidikan, riset, dan kepentingan strategis negara.

Dengan kata lain, usulan Din membuka diskusi baru tentang sejauh mana kerja sama Indonesia Iran bisa dikembangkan di luar pola hubungan tradisional. Jika dijalankan dengan tepat, peluang ini tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga bisa menjadi pintu masuk untuk memperkuat kapasitas teknologi nasional.

Kesimpulan

Pernyataan Din Syamsuddin menunjukkan bahwa kampus Indonesia masih punya ruang besar untuk menjalin kerja sama internasional yang lebih strategis. Meski usulan belajar teknologi persenjataan dari Iran terbilang sensitif, gagasan itu menegaskan pentingnya memperluas kolaborasi akademik agar Indonesia tidak tertinggal dalam penguasaan teknologi masa depan.

Ke depan, arah kerja sama seperti ini akan sangat bergantung pada respons perguruan tinggi, pemerintah, dan kebijakan diplomasi kedua negara. Yang jelas, pertemuan Din dengan Dubes Iran kembali menempatkan isu kolaborasi pendidikan dan teknologi sebagai topik yang patut diperhatikan.

FAQ

Apa usulan utama Din Syamsuddin?

Ia mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Iran, termasuk mempelajari teknologi persenjataan.

Kapan usulan itu disampaikan?

Usulan tersebut disampaikan saat Din Syamsuddin bertemu Dubes Iran untuk Indonesia pada Jumat, 3 April 2026.

Mengapa kerja sama ini dianggap penting?

Karena bisa memperluas kolaborasi akademik, riset teknologi strategis, dan mempererat hubungan Indonesia-Iran di bidang pendidikan.