Inflasi Inggris Turun ke 2,8%, Namun Tekanan Kenaikan Harga Masih Mengintai

Inflasi Inggris Turun ke 2,8%, Namun Tekanan Kenaikan Harga Masih Mengintai

Baca juga

Inflasi Inggris Turun ke 2,8%, Namun Tekanan Kenaikan Harga Masih Mengintai

diupdate.id - Pertumbuhan harga barang dan jasa di Inggris mencatat pelemahan yang cukup signifikan pada April 2026, turun ke angka 2,8%. Namun di tengah kabar baik ini, para ekonom memperingatkan bahaya inflasi bisa kembali meningkat seiring konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut.

Penurunan Inflasi Berkat Subsidi dan Harga Grosir Energi yang Lebih Rendah

Menurut data resmi dari Office for National Statistics (ONS), angka inflasi pada April mencapai 2,8%, turun dari 3,3% bulan sebelumnya. Penurunan ini didorong oleh biaya energi yang lebih rendah akibat paket dukungan tagihan listrik dan gas yang diberikan pemerintah, serta harga grosir energi yang turun sebelum pecahnya perang di Iran.

Meski begitu, harga bahan bakar minyak (BBM) justru mencatat kenaikan signifikan. Harga bensin rata-rata naik jadi 156,8 pence per liter pada April, dengan harga diesel melonjak hingga 190 pence per liter. Pada awal Mei, harga bensin bahkan mencapai level tertinggi baru, 158,52 pence per liter, menurut data RAC.

Apa Artinya Penurunan Inflasi Ini?

Penurunan angka inflasi tidak berarti semua harga barang dan jasa turun, melainkan kenaikan harga berjalan lebih lambat. Hal ini terasa penting bagi masyarakat karena tekanan biaya hidup sedikit mereda. Namun, tekanan dari kenaikan harga bahan bakar bisa menghambat perbaikan tersebut.

Dampak dan Proyeksi Ke Depan

Ekonom utama di KPMG, Yael Selfin, menyatakan angka 2,8% mungkin merupakan titik terendah untuk inflasi dalam beberapa waktu. Mereka memprediksi inflasi bisa meningkat kembali hingga sekitar 4% akhir tahun ini akibat ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menanggapi hal ini, Kanselir Inggris Rachel Reeves telah menyiapkan paket bantuan tambahan untuk meringankan beban rumah tangga dari potensi kenaikan harga energi di masa depan. Pada tahun ini, pemerintah juga telah mengurangi tagihan energi sebesar £117, membekukan tarif kereta api, dan menghapus batas dua anak pada tunjangan sosial.

Namun, para analis mengingatkan kenaikan harga bahan bakar dan input produsen yang naik 7,7% pada April sebagai sinyal risiko kenaikan harga lebih lanjut. Harga bahan baku dan produk yang keluar dari pabrik masih meningkat lantaran biaya minyak dan bensin yang tinggi.

Ringkasan

Meskipun inflasi Inggris turun ke angka 2,8% pada April 2026 berkat dukungan pemerintah dan penurunan harga energi grosir sebelum perang Iran, kenaikan harga bahan bakar menciptakan risiko tekanan inflasi kembali naik di paruh kedua tahun ini. Pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah pembelaan sosial, mengingat harga energi dan pangan masih menjadi isu utama bagi konsumen dan bisnis.

FAQ

Mengapa inflasi Inggris turun pada April 2026?

Penurunan inflasi disebabkan oleh paket dukungan pemerintah terhadap tagihan energi dan harga grosir energi yang lebih rendah sebelum perang Iran.

Apakah harga bahan bakar ikut turun?

Tidak, harga bensin dan diesel justru naik signifikan sehingga berpotensi meningkatkan tekanan inflasi di masa depan.