Aksi Ribuan Petambak di Pendopo Indramayu Ricuh, Lucky Hakim Kesal Fasilitas Umum Rusak
Baca juga
- Calon Jamaah Haji KBB Jalani Manasik Terintegrasi, Hanya 89 Orang Siap Berangkat Tahun Ini
- Hujan Deras di Cianjur Bikin Pohon Tumbang, Pengendara Motor Tewas Tertimpa di Cugenang
- Banjir Grobogan Kembali Terjadi Usai Hujan Deras, Sejumlah Desa Terdampak
- Banjir Grobogan Rendam 12 Desa di 4 Kecamatan, Warga Mulai Hadapi Dampak Serius
- Tragedi di Pesta Pernikahan: Ayah Meninggal Dikeroyok Preman Mabuk di Purwakarta

Aksi Ribuan Petambak di Pendopo Indramayu Ricuh, Lucky Hakim Kesal Fasilitas Umum Rusak
diupdate.id - Gelombang protes ribuan petambak di Indramayu berubah panas saat suara penolakan terhadap revitalisasi tambak pantura tak juga mendapat jawaban langsung dari bupati. Aksi yang semula berlangsung untuk menyampaikan aspirasi justru berakhir ricuh, lalu meninggalkan kerusakan di kawasan Alun-alun Indramayu.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena memperlihatkan betapa tegangnya hubungan antara warga pesisir dan kebijakan yang mereka anggap mengancam sumber penghidupan. Di satu sisi, para petambak ingin didengar. Di sisi lain, pemerintah daerah menegaskan bahwa proyek tersebut bukan kewenangan mereka untuk dihentikan.
Demo Petambak Berujung Kericuhan
Aksi unjuk rasa itu dilakukan oleh ribuan petambak yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi) pada Kamis, 3 April 2026, di depan Pendopo Indramayu. Massa menyuarakan penolakan terhadap revitalisasi tambak pantura yang dinilai membuat mereka terancam kehilangan mata pencaharian.
Dalam aksi tersebut, para petambak mendesak agar Bupati Indramayu, Lucky Hakim, hadir menemui mereka secara langsung. Namun, sejak aksi dimulai pada pagi hari hingga menjelang Dzuhur, bupati tak kunjung datang. Kekecewaan massa pun memuncak setelah berjam-jam menunggu tanpa hasil.
Setelah massa membubarkan diri, sebagian oknum pengunjuk rasa kemudian merusak sejumlah fasilitas umum di Alun-alun Indramayu yang masih berada dalam satu kawasan dengan Pendopo. Kerusakan itu disebut sebagai bentuk frustrasi atas ketidakpuasan mereka terhadap respons pemerintah daerah.
Kerusakan Capai Hampir Rp100 Juta
Lucky Hakim menyampaikan kekecewaannya atas insiden tersebut. Ia menyebut fasilitas yang dirusak merupakan sarana publik yang dibangun dari uang rakyat, sehingga tindakan itu sangat disayangkan. Menurut dia, nilai kerusakan yang terjadi mencapai hampir Rp100 juta. Tulisan “Indramayu” juga ikut dirusak dalam insiden itu.
Pernyataan Lucky menunjukkan bahwa persoalan ini bukan hanya soal penolakan kebijakan, tetapi juga soal cara menyampaikan aspirasi. Kerusakan fasilitas umum justru dapat memunculkan dampak tambahan bagi masyarakat luas, karena ruang publik yang seharusnya bisa dinikmati bersama ikut terganggu.
Revitalisasi Tambak Jadi Sumber Ketegangan
Revitalisasi tambak pantura di Kabupaten Indramayu merupakan bagian dari proyek yang dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini menyasar 2.200 hektare tambak yang selama puluhan tahun digarap oleh ribuan petambak. Bagi para petambak, angka tersebut bukan sekadar lahan, melainkan sumber penghidupan yang sudah lama menopang ekonomi keluarga mereka.
Di sisi lain, Lucky menjelaskan bahwa revitalisasi tambak pantura adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berada di bawah pemerintah pusat. Karena itu, Pemkab Indramayu disebut tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan proyek tersebut. Situasi ini membuat posisi pemerintah daerah serba sulit: dihadapkan pada aspirasi warga, tetapi juga dibatasi oleh kewenangan yang ada.
Kasus ini menunjukkan pentingnya dialog yang lebih terbuka dan cepat ketika kebijakan besar menyentuh kehidupan masyarakat kecil. Jika komunikasi lambat, gesekan di lapangan bisa membesar dan berujung pada tindakan yang merugikan banyak pihak. Aksi unjuk rasa di Pendopo Indramayu pun menjadi pengingat bahwa penanganan aspirasi publik perlu dilakukan dengan serius, agar keresahan warga tidak berubah menjadi kericuhan.
Kesimpulan
Kericuhan dalam aksi unjuk rasa di Pendopo Indramayu memperlihatkan memuncaknya kekecewaan petambak terhadap rencana revitalisasi tambak pantura. Di tengah penolakan yang belum menemukan titik temu, fasilitas umum ikut menjadi korban. Kini, tantangan terbesarnya adalah membuka ruang dialog yang lebih efektif agar aspirasi warga pesisir bisa didengar tanpa menimbulkan kerusakan baru.
FAQ
Apa penyebab aksi di Pendopo Indramayu berakhir ricuh?
Kericuhan terjadi setelah ribuan petambak merasa kecewa karena tidak ditemui langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat menyampaikan aspirasi.
Apa yang ditolak oleh para petambak Indramayu?
Mereka menolak revitalisasi tambak pantura yang dinilai mengancam mata pencaharian para petambak.
Berapa nilai kerusakan fasilitas umum menurut Lucky Hakim?
Lucky Hakim menyebut kerusakan fasilitas umum mencapai hampir Rp100 juta.