Standarisasi Klinik Kecantikan Jadi Sorotan dalam Munas Prastika 2026

Baca juga

Standarisasi Klinik Kecantikan Jadi Sorotan dalam Munas Prastika 2026

Perkumpulan Pengelola Klinik Kecantikan dan Estetika Indonesia (Prastika) baru saja menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan Dialog Interaktif Klinik Estetika pada 1 April 2026 bertempat di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya. Acara ini menjadi momen strategis untuk menguatkan tata kelola dan standar layanan klinik kecantikan di Tanah Air agar layanan estetika yang semakin diminati masyarakat jadi lebih aman, berkualitas, dan sesuai regulasi.

Menjawab Tantangan Industri Klinik Kecantikan yang Berkembang Pesat

Dengan semakin tingginya permintaan akan layanan estetika kesehatan, muncul pula keharusan agar pengelolaan klinik kecantikan mengikuti standar yang ketat, baik dari sisi perizinan, pengelolaan produk, maupun kompetensi tenaga medis. Munas Prastika di Surabaya ini secara khusus mengangkat topik-perihal Permenkes No. 11 Tahun 2025 yang mengatur standar kegiatan usaha dan produk jasa berbasis risiko di bidang klinik estetika.

Perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI serta Kementerian Kesehatan RI hadir memberikan arahan teknis dan pemahaman tentang regulasi terbaru. Menurut Mohamad Kashuri, Deputi II Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen, dan Kosmetik BPOM RI, tren pemakaian produk injeksi di klinik kecantikan menuntut pengawasan yang lebih ketat atas produk kosmetik yang menyentuh batas antara kosmetik dan obat. Kepatuhan terhadap regulasi dan transparansi informasi penting demi melindungi konsumen sekaligus menjaga kredibilitas industri.

Regulasi yang Konsisten untuk Menjamin Mutu dan Keamanan Pelayanan Estetika

dr. Inti Mudjiati dari Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya pelaksanaan Permenkes No. 11 Tahun 2025 secara konsisten pada seluruh klinik estetika, dari perizinan hingga sarana dan prasarana serta kompetensi tenaga kesehatan. Konsistensi tersebut dipandang sebagai pondasi utama untuk meningkatkan mutu layanan serta memastikan keselamatan pasien dalam setiap prosedur kecantikan.

Klinik kecantikan yang terstandarisasi bukan hanya memberi rasa aman bagi konsumen, tapi juga memperkuat daya saing industri domestik di tengah persaingan global yang kian ketat. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pengelola klinik untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas layanan mereka.

Komitmen Prastika dalam Mendorong Sinergi dan Profesionalisme

Dalam pidato Ketua Umum Prastika, Andreas Bayu Aji, ditegaskan bahwa organisasi ini berkomitmen penuh mendukung regulasi pemerintah dan mendorong seluruh anggotanya agar meningkatkan standar klinik kecantikan. Diskusi antara regulator dan pelaku usaha selama Munas menjadi platform penting untuk menyelaraskan praktik di lapangan dengan aturan yang berlaku.

Sinergi inilah yang diharapkan mampu mewujudkan layanan estetika yang berdaya saing, terpercaya, dan aman bagi masyarakat luas. Keberhasilan standarisasi tata kelola klinik kecantikan juga diharapkan memberi dampak positif bagi perkembangan industri kesehatan estetika secara nasional.

Kesimpulannya, kegiatan Munas Prastika di Surabaya ini menjadi milestone penting dalam perjalanan peningkatan kualitas layanan klinik kecantikan di Indonesia. Dengan kolaborasi erat antara regulator dan pelaku usaha, masyarakat bisa lebih percaya bahwa layanan estetika meningkatkan kualitas hidup mereka secara aman dan terjamin.

FAQ

Apa tujuan utama Munas Prastika di Surabaya?

Munas bertujuan menyelaraskan dan mendorong standarisasi tata kelola klinik kecantikan agar layanan estetika aman, berkualitas, dan sesuai regulasi.

Siapa saja yang terlibat dalam dialog di acara tersebut?

Dialog menghadirkan regulator dari BPOM RI, Kementerian Kesehatan RI, pelaku usaha, tenaga medis, dan pengelola klinik estetika.

Apa fokus utama pembahasan regulasi di Munas ini?

Fokus utama membahas Permenkes No. 11 Tahun 2025 yang mengatur standar kegiatan usaha, produk jasa, dan perizinan klinik kecantikan berbasis risiko.

Standarisasi klinik kecantikan menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.