TNI AD Bangun 553 Hektare Sawah di Kutai Timur, Perkuat Ketahanan PANG
Baca juga
- Pedagang Surabaya Mengeluh, Harga Plastik Naik Sampai 40 Persen!
- BRI Raih 3 Penghargaan Dealer Utama 2025, Perkuat Pasar Keuangan Indonesia!
- Perajin Tahu Serang Terdampak Kenaikan Harga Kedelai, Harga Produk Ikut Meroket
- Rupiah Melemah ke Rp 17.002 per Dolar AS, Geopolitik Timur Tengah Jadi Pemicu Utama
- OJK Tegas Beri Sanksi Manipulator Pasar Modal, Denda Menggapai Rp96 Miliar di Kuartal I 2026

TNI AD lakukan gebrakan besar di Kutai Timur dengan mencetak 553 hektare sawah baru! Langkah ini bertujuan menguatkan ketahanan pangan lokal sekaligus menggerakkan roda perekonomian desa yang terdampak fluktuasi harga global.
Sinergi Kuat antara TNI AD dan Masyarakat Kutai Timur
Menurut Letkol Ragil Setyo Yulianto, Komandan Kodim 0909/Kutim, inisiatif mencetak sawah rakyat ini lebih dari sekadar membuka lahan baru. TNI juga memberikan pelatihan dan edukasi kepada petani tentang efisiensi energi dalam bertani dan penerapan pertanian berkelanjutan. Kenyataan bahwa kenaikan harga pupuk dan bahan bakar bisa mengganggu distribusi pangan membuat program ini sangat krusial.
Dampak Positif untuk Ekonomi Lokal dan Pertanian Berkelanjutan
Ketahanan pangan menjadi pilar penting menjaga kestabilan ekonomi daerah, terutama saat arus global tak menentu. Dengan keberadaan sawah baru ini, kebutuhan pangan lokal diharap bisa terpenuhi sehingga ketergantungan terhadap pasokan luar daerah berkurang drastis, menghemat biaya logistik dan meningkatkan ketersediaan pangan.
Tidak hanya menambah luas lahan pertanian, program ini juga membuka peluang kerja bagi tenaga kerja lokal sekaligus menstimulasi aktivitas ekonomi di desa. Rangkaian pendampingan intensif memastikan petani tidak hanya mampu mengelola lahan dengan baik, tetapi juga menerapkan metode pertanian berkelanjutan agar hasil panen meningkat secara konsisten.
Lokasi lahan baru tercatat di dua kecamatan utama, Long Mesangat dan Bengalon, dengan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian. Ini memastikan bahwa program berjalan terstruktur dan memiliki fondasi kuat untuk sukses jangka panjang.
Insight: Kolaborasi antara TNI AD dan masyarakat Kutai Timur memperlihatkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan lahan, tetapi juga tentang pembinaan dan inovasi dalam bertani. Melalui pendekatan ini, diharapkan ketahanan pangan nasional makin solid dan ekonomi desa kian bergairah walau di tengah gejolak global.
FAQ
Apa tujuan utama TNI AD mencetak sawah di Kutai Timur?
Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mendukung stabilitas ekonomi di daerah tersebut.
Bagaimana TNI AD membantu petani selain membuka lahan baru?
Selain pencetakan lahan, TNI AD memberikan edukasi tentang efisiensi energi dan metode pertanian berkelanjutan kepada petani.
Dimana lokasi sawah baru yang dikelola?
Lahan seluas 553,41 hektare tersebar di dua kecamatan, yaitu Long Mesangat dan Bengalon di Kutai Timur.