Waskita Karya Raup Kontrak Rp12,52 Triliun di 2025, Teken Strategi Proyek Selektif dan Efisiensi
Baca juga
- Pedagang Surabaya Mengeluh, Harga Plastik Naik Sampai 40 Persen!
- BRI Raih 3 Penghargaan Dealer Utama 2025, Perkuat Pasar Keuangan Indonesia!
- Perajin Tahu Serang Terdampak Kenaikan Harga Kedelai, Harga Produk Ikut Meroket
- Rupiah Melemah ke Rp 17.002 per Dolar AS, Geopolitik Timur Tengah Jadi Pemicu Utama
- OJK Tegas Beri Sanksi Manipulator Pasar Modal, Denda Menggapai Rp96 Miliar di Kuartal I 2026

PT Waskita Karya (Persero) Tbk menunjukkan hasil gemilang dengan mencatat nilai kontrak baru sebesar Rp12,52 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini tidak hanya lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya, yakni Rp9,55 triliun, tetapi juga menandai langkah strategis Waskita dalam memperketat seleksi proyek demi menjaga arus kas dan mengurangi risiko keuangan.
Strategi Seleksi Proyek yang Berfokus pada Risiko dan Pembayaran
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menegaskan bahwa pihaknya memilih proyek secara sangat selektif, terutama menilik skema pembayaran dan profil risikonya. “Kami terus menambah kontrak baru, tetapi dengan pendekatan kehati-hatian seperti lebih mengutamakan sistem pembayaran bulanan dan menghindari proyek turnkey,” papar Ermy.
Fokus ini sejalan dengan arahan Komite Manajemen Konstruksi yang memastikan proyek yang dijalankan tidak membebani keuangan perusahaan dan memiliki risiko rendah. Dominasi proyek yang berasal dari pemerintah, mulai dari pembangunan jaringan irigasi, Sekolah Rakyat, hingga gedung rumah sakit daerah, memperkuat posisi Waskita sebagai pemain utama dalam konstruksi infrastruktur nasional.
Efisiensi Operasional dan Digitalisasi untuk Dorong Laba dan Likuiditas
Hingga akhir 2025, Waskita mengelola total 63 proyek senilai Rp31,7 triliun. Pada periode yang sama, pendapatan konsolidasi perusahaan mencapai Rp8,85 triliun dengan kontribusi utama dari segmen konektivitas sebesar Rp3,3 triliun disusul proyek sumber daya air dan gedung. Tak hanya angka pendapatan naik, Waskita juga berhasil meningkatkan laba bruto sebesar 12% menjadi Rp1,58 triliun, dengan margin laba kotor naik dari 13% menjadi 18%.
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi efisiensi operasional yang diterapkan baik di induk perusahaan maupun anak usaha. Selain pengendalian biaya, Waskita memanfaatkan integrasi sistem digital seperti ERP SAP S/4 HANA dan Building Information Modelling ditambah penggunaan teknologi kecerdasan buatan yang semakin mempermudah pengelolaan proyek secara efektif.
Dari sisi keuangan, perusahaan berhasil memangkas liabilitas senilai Rp2,21 triliun melalui divestasi aset dan optimalisasi portofolio. Penurunan utang ini mendukung Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) yang sudah disahkan dalam RUPS, dengan tujuan memperkuat likuiditas dan berfokus kembali ke core business sebagai kontraktor murni.
Manfaat bagi Industri dan Pelanggan
Langkah strategis Waskita tidak hanya mengamankan posisi perusahaan dalam persaingan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kelancaran pembangunan infrastruktur nasional. Pendekatan selektif dan efisiensi yang diusung memberi jaminan proyek dapat diselesaikan tepat waktu dengan risiko minimal, sehingga menguntungkan pelanggan dan stakeholder lainnya.
Kesimpulannya, kinerja positif Waskita Karya dengan kontrak baru Rp12,52 triliun di 2025 bukan sekadar pencapaian finansial, melainkan bukti nyata bagaimana inovasi strategi bisnis dan digitalisasi bisa membawa perusahaan konstruksi ke level lebih berkelanjutan dan tangguh menghadapi ketidakpastian pasar.
FAQ
Apa faktor utama peningkatan nilai kontrak Waskita Karya pada 2025?
Peningkatan didorong oleh strategi seleksi proyek yang ketat, fokus pada proyek pemerintah dengan risiko rendah, dan sistem pembayaran bulanan yang lebih aman.
Bagaimana Waskita mengelola risiko keuangan dalam proyeknya?
Waskita menghindari proyek turnkey yang berisiko tinggi dan memastikan proyek memiliki profil risiko rendah melalui Komite Manajemen Konstruksi.
Apa peran teknologi digital dalam operasional Waskita?
Teknologi seperti ERP SAP S/4 HANA, Building Information Modelling, dan kecerdasan buatan membantu meningkatkan efisiensi dan pengelolaan proyek secara efektif.
FAQ
Apa faktor utama peningkatan nilai kontrak Waskita Karya pada 2025?
Peningkatan didorong oleh strategi seleksi proyek yang ketat, fokus pada proyek pemerintah dengan risiko rendah, dan sistem pembayaran bulanan yang lebih aman.
Bagaimana Waskita mengelola risiko keuangan dalam proyeknya?
Waskita menghindari proyek turnkey yang berisiko tinggi dan memastikan proyek memiliki profil risiko rendah melalui Komite Manajemen Konstruksi.
Apa peran teknologi digital dalam operasional Waskita?
Teknologi seperti ERP SAP S/4 HANA, Building Information Modelling, dan kecerdasan buatan membantu meningkatkan efisiensi dan pengelolaan proyek secara efektif.