Stok Rudal JASSM-ER AS Menipis Drastis, Ini Dampaknya bagi Sekutu

Baca juga

Stok Rudal JASSM-ER AS Menipis Drastis, Ini Dampaknya bagi Sekutu

AS Hampir Kerahkan Seluruh Stok Rudal JASSM-ER, Sekutu Mulai Kehabisan Cadangan?

diupdate.id - Amerika Serikat disebut tengah mengambil langkah yang jarang dilakukan: memindahkan hampir seluruh persediaan rudal jelajah JASSM-ER miliknya ke area konflik. Keputusan ini langsung memunculkan pertanyaan besar, apakah langkah tersebut justru membuat pertahanan sekutu di wilayah lain ikut menipis?

Laporan yang dikutip Bloomberg melalui Al-Mayadeen menyebut, perintah pemindahan rudal bernilai tinggi itu dikeluarkan pada akhir Maret. Rudal-rudal tersebut sebelumnya tersebar di cadangan global, termasuk alokasi untuk kawasan Pasifik dan wilayah strategis lain. Kini, aset itu diarahkan untuk mendukung operasi yang berkaitan dengan eskalasi perang melawan Iran.

Rudal JASSM-ER Dipindahkan ke Pusat Operasi AS

Menurut laporan tersebut, tambahan rudal juga akan dipindahkan dari pangkalan domestik AS dan lokasi global lainnya menuju fasilitas Komando Pusat AS atau US Central Command, serta Fairford di Inggris. Dengan pola pengerahan seperti ini, AS disebut hanya menyisakan sekitar 425 rudal JASSM-ER operasional untuk wilayah lain.

Angka itu tergolong tajam bila dibandingkan dengan inventaris sebelum perang yang mencapai sekitar 2.300 unit. Artinya, cadangan rudal yang semula cukup besar kini turun drastis akibat kebutuhan operasi yang terus meningkat.

JASSM-ER: Senjata Strategis dengan Jangkauan Jauh

Rudal JASSM-ER memang dikenal sebagai salah satu senjata strategis penting milik AS. Dengan kemampuan menghantam target dari jarak lebih dari 600 mil atau sekitar 965 km, rudal ini memungkinkan pesawat tempur AS menyerang tanpa harus masuk terlalu dekat ke sistem pertahanan udara lawan.

Karena daya jelajah dan presisinya, JASSM-ER sering dianggap sebagai aset bernilai tinggi. Tidak heran jika setiap pemindahan dalam jumlah besar langsung memicu perhatian, terutama karena masing-masing rudal disebut bernilai sekitar 1,5 juta dolar AS.

Dampak bagi Sekutu dan Kesiapan Militer

Jika digabungkan dengan varian standar JASSM yang memiliki jangkauan 250 mil, sekitar dua pertiga total inventaris JASSM AS kini disebut telah dikerahkan untuk perang melawan Iran. Ini menjadi sinyal bahwa Washington sedang memprioritaskan kebutuhan operasi jangka pendek, meski harus mengorbankan cadangan untuk kawasan lain.

Dari sisi strategi, kondisi ini bisa menimbulkan efek berantai. Sekutu utama AS di kawasan lain berpotensi merasa lebih rentan karena stok cadangan yang biasanya menjadi penyangga keamanan ikut menipis. Dalam situasi geopolitik yang tidak stabil, berkurangnya stok rudal seperti ini dapat membatasi fleksibilitas militer AS di wilayah lain.

Situasi makin panas setelah dalam 24 jam terakhir pertahanan udara Iran dilaporkan berhasil menghantam beberapa aset AS, termasuk jatuhnya satu jet tempur F-15E Strike Eagle dan dua pesawat A-10. Saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan skala besar masih berlangsung untuk satu pilot AS yang dilaporkan hilang lebih dari sehari setelah insiden F-15E.

Kesimpulan

Pengerahan hampir seluruh persediaan rudal JASSM-ER menunjukkan betapa seriusnya eskalasi yang sedang dihadapi AS. Namun, di balik kebutuhan operasi tersebut, muncul kekhawatiran baru soal menipisnya cadangan pertahanan bagi sekutu dan wilayah lain. Jika situasi berlanjut, keputusan ini bisa menjadi beban strategis yang tidak ringan bagi Washington dalam jangka menengah.

FAQ

Apa itu rudal JASSM-ER?

JASSM-ER adalah rudal jelajah jarak jauh milik AS yang bisa menghantam target dari jarak lebih dari 600 mil atau sekitar 965 km.

Mengapa pemindahan stok JASSM-ER ini menjadi perhatian?

Karena jumlahnya yang dipindahkan sangat besar, sehingga stok untuk wilayah lain disebut menyusut drastis dan memunculkan kekhawatiran soal kesiapan pertahanan.

Berapa sisa rudal JASSM-ER AS setelah pengerahan ini?

Laporan menyebut AS hanya memiliki sekitar 425 rudal JASSM-ER operasional untuk wilayah lain, tetapi angka ini belum dikonfirmasi secara resmi.