Din Syamsuddin Desak Umat Islam Bersatu Dukung Iran Lawan AS-Israel, Ini Alasan Lengkapnya
Baca juga
- Jangan Nekat! Ini Risiko Berat Calon Jamaah Haji Ilegal yang Bisa Masuk ke Arab Saudi
- Dubes Iran Sebut Zionis Menentang Semua Agama, Termasuk Yahudi: Ini Pernyataan Lengkapnya
- Iran Ungkap Deretan Pelanggaran Berat AS dan Israel, Serang Saat Ramadhan hingga Sekolah Dasar Putri
- 638 Ribu Guru Madrasah Swasta Terancam Jalan Buntu, DPR Usul Skema Insentif Khusus dari Kemenag
- KPK Siapkan Pemeriksaan Penyelenggara Haji Pekan Depan, Kasus Kuota Haji Masih Bisa Bertambah

Din Syamsuddin Desak Umat Islam Bersatu Dukung Iran Lawan AS-Israel, Ini Alasan Lengkapnya
Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, Prof Din Syamsuddin mengeluarkan pesan yang tegas: jangan sampai umat Islam terpecah hanya karena perbedaan mazhab. Dalam pernyataannya, cendekiawan Muslim itu mengutuk serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Republik Islam Iran sejak akhir Februari lalu, sekaligus menyerukan solidaritas umat Islam untuk berdiri di sisi Iran.
Pesan itu bukan sekadar pernyataan politik. Din menilai, situasi saat ini justru menuntut umat Islam memperkuat persaudaraan dan menahan diri dari narasi yang memecah belah. Menurutnya, dukungan kepada Iran dalam konteks ini adalah bagian dari sikap melawan kezaliman, bukan soal perdebatan identitas Sunni dan Syiah.
Din: bukan waktunya membahas perbedaan Sunni dan Syiah
Dalam jumpa pers usai bertemu Duta Besar Iran untuk Indonesia, HE Mohammad Boroujerdi, di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026), Din menegaskan bahwa umat Islam sedang berada pada momen yang tidak tepat untuk saling mengungkit perbedaan. Ia menyebut pembahasan soal Sunni, Syiah, Arab, atau Persia justru hanya akan memperlebar jarak di tengah situasi yang sudah sensitif.
Din mengingatkan bahwa umat Islam adalah satu kesatuan dengan Alquran sebagai kitab suci yang sama dan Ka'bah sebagai kiblat yang sama. Karena itu, ia menilai energi umat seharusnya diarahkan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim.
Waspadai adu domba dan propaganda anti-Iran
Lebih jauh, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015 itu mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak mudah terjebak dalam upaya adu domba atau divide et impera. Menurut dia, pola semacam ini kerap muncul dalam berbagai bentuk, termasuk propaganda dan dengungan dari buzzer anti-Iran yang berpotensi memecah belah umat.
Din meminta pemerintah RI dan masyarakat Tanah Air ikut menjaga suasana tetap tenang. Ia menilai, jika narasi perpecahan dibiarkan berkembang, yang dirugikan bukan hanya hubungan antarumat, tetapi juga stabilitas sosial di dalam negeri. Karena itu, kewaspadaan publik dinilai penting agar tidak terseret provokasi yang tidak membawa manfaat.
Dampak yang bisa muncul jika umat terpecah
Sikap Din ini memberi gambaran bahwa konflik luar negeri bisa berdampak sampai ke ruang sosial Indonesia jika tidak diantisipasi. Saat narasi keagamaan dan politik bercampur, risiko gesekan di tengah masyarakat ikut meningkat. Dalam situasi seperti ini, ajakan untuk bersatu menjadi penting agar perbedaan pandangan tidak berubah menjadi konflik horizontal.
Selain itu, seruan Din juga sejalan dengan pesan yang menurutnya terus digaungkan tokoh-tokoh Muslim dunia, termasuk Grand Syekh Al-Azhar, Syekh Ahmed el-Tayeb. Artinya, dorongan untuk menahan perpecahan bukan hanya datang dari Indonesia, tetapi juga menjadi perhatian lebih luas di dunia Islam.
Kesimpulan
Pernyataan Din Syamsuddin menegaskan bahwa respons terhadap konflik Iran, AS, dan Israel tidak boleh berhenti pada soal identitas mazhab. Dalam pandangannya, yang paling mendesak justru menjaga persatuan umat, menolak provokasi, dan tidak memberi ruang bagi politik adu domba. Di tengah situasi yang panas, pesan ini menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kehati-hatian publik sama pentingnya dengan sikap politik itu sendiri.
FAQ
Apa inti pernyataan Din Syamsuddin soal konflik Iran?
Din mengutuk serangan AS dan Israel ke Iran dan menyerukan umat Islam untuk bersatu mendukung Iran melawan kezaliman.
Mengapa Din menyinggung Sunni dan Syiah?
Menurutnya, sekarang bukan waktunya memperbesar perbedaan mazhab karena itu hanya akan memecah persaudaraan umat Islam.
Apa pesan Din untuk masyarakat Indonesia?
Ia meminta masyarakat dan pemerintah tidak mudah terprovokasi narasi adu domba atau propaganda anti-Iran.
dukungan Iran menjadi sorotan utama pada pembahasan ini.