Iran Ungkap Deretan Pelanggaran Berat AS dan Israel, Serang Saat Ramadhan hingga Sekolah Dasar Putri

Baca juga

Iran Ungkap Deretan Pelanggaran Berat AS dan Israel, Serang Saat Ramadhan hingga Sekolah Dasar Putri

Iran Ungkap Deretan Pelanggaran Berat AS dan Israel, Serang Saat Ramadhan hingga Sekolah Dasar Putri

Serangan dalam konflik bersenjata seharusnya tetap tunduk pada batas kemanusiaan. Namun, menurut Dubes Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, yang terjadi di Iran justru sebaliknya. Dalam pertemuan bersama tokoh Islam di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026), ia membeberkan sejumlah dugaan pelanggaran berat yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat (AS) sejak rangkaian serangan pada Februari 2026.

Boroujerdi menilai serangan itu tidak hanya menabrak hukum internasional, tetapi juga melanggar norma perang dan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan bahwa dalam konflik ini, batas antara target militer dan objek sipil menjadi semakin kabur.

Serangan saat Ramadhan dan target sipil jadi sorotan

Salah satu hal yang disorot Boroujerdi adalah waktu serangan pertama yang disebut terjadi pada 28 Februari. Menurut dia, serangan itu berlangsung ketika masyarakat Iran tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Dalam konteks sosial dan keagamaan, momen seperti ini memperkuat kesan bahwa serangan dilakukan tanpa mempertimbangkan sensitivitas kemanusiaan.

Ia juga menyoroti upaya penargetan terhadap pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Boroujerdi menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran serius karena dalam praktik perang modern, pemimpin tertinggi negara sangat jarang dijadikan sasaran langsung. Meski demikian, detail teknis terkait tudingan tersebut belum dikonfirmasi secara independen.

Sekolah, masjid, dan fasilitas pendidikan ikut terdampak

Poin lain yang paling mengundang perhatian adalah serangan terhadap sebuah sekolah dasar putri di Minab, Iran selatan. Boroujerdi menyebut, dalam insiden itu, 168 siswi di bawah usia 12 tahun dilaporkan meninggal dunia. Jika angka ini benar, maka dampaknya bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga penanda kuat bahwa warga sipil, terutama anak-anak, ikut menjadi korban paling rentan dalam konflik.

Tak berhenti di situ, puluhan masjid serta berbagai institusi pendidikan seperti sekolah dan universitas juga disebut menjadi sasaran. Menurut Boroujerdi, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip perlindungan objek sipil dalam konflik bersenjata, yang seharusnya dijaga meski perang tengah berlangsung.

Dampak politik dan kemanusiaan dari tudingan ini

Uraian Boroujerdi memperlihatkan bahwa pelanggaran berat AS dan Israel yang ia sebut bukan sekadar soal serangan fisik, tetapi juga menyangkut simbol-simbol penting kehidupan sipil: rumah ibadah, sekolah, dan tokoh negara. Dalam perang, sasaran sipil kerap menjadi isu paling sensitif karena menyangkut legitimasi moral dan hukum internasional.

Di sisi lain, pernyataan ini juga dapat memperkuat posisi diplomatik Iran di hadapan publik internasional, termasuk di Indonesia. Dengan menyampaikan isu ini kepada tokoh Islam, Iran tampak berupaya membangun simpati sekaligus menekan narasi bahwa konflik hanya terjadi di ranah militer. Namun, untuk memastikan seluruh klaim, informasi tambahan dan verifikasi independen masih diperlukan.

Di tengah meningkatnya ketegangan, isu kemanusiaan menjadi semakin penting. Jika benar ada serangan terhadap anak-anak, sekolah, dan tempat ibadah, maka pertanyaannya bukan hanya siapa yang menyerang, tetapi juga sejauh mana dunia mampu menegakkan batas etika perang.

Kesimpulannya, pengakuan Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menyoroti dugaan pelanggaran berat AS dan Israel yang mencakup serangan saat Ramadhan, penargetan tokoh penting, hingga sasaran ke fasilitas sipil. Sejumlah klaim yang disampaikan masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut, tetapi narasinya sudah cukup menggambarkan betapa besarnya dampak perang terhadap warga sipil.

FAQ

Siapa yang menyampaikan tudingan ini?

Tudingan ini disampaikan oleh Dubes Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.

Apa saja dugaan pelanggaran yang disorot?

Boroujerdi menyoroti serangan saat Ramadhan, upaya penargetan Ayatollah Ali Khamenei, serta serangan ke sekolah, masjid, dan institusi pendidikan.

Apakah semua data dalam pernyataan ini sudah terverifikasi?

Belum. Beberapa klaim yang disampaikan masih perlu dikonfirmasi secara independen.